Wah..! Terminal Tondano Diprediksi Hanya Bertahan Tiga Tahun
Pekerjaan Gedung Terminal Tondano ini dinilai asal jadi sehingga diprediksi tidak bertahan tiga tahun.

Wah..! Terminal Tondano Diprediksi Hanya Bertahan Tiga Tahun

Tondano, Fajarmanado.com — Kwalitas fisik Terminal Tondano, Minahasa, sangat diragukan. Bahkan, ada saja pihak yang berani mengklaim jika proyek bernilai sekitar Rp7 miliar itu paling lama bertahan tiga tahun. Setelah itu, akan menunjukkan kerusakan yang tidak diinginkan bersama.

Herry Plangiten, tokoh masyarakat Tondano, menilai pengerjaan proyek tahun 2016 tersebut terkesan asal jadi. Ia pun memprediksikan bakal menunjukkan kerusakan setelah tiga tahun dinyatakan rampung dan diresmikan.

Kerusakan, kata Plangiten, terutama akan terlihat pada bagian atap, kemudian ke plafon, cat, lantai dan bahkan bisa sampai terjadi keretakan di sana sini.

“Bangunan terminal Tondano itu asal jadi. Saya menduga kalau bangunannya dikerjakan tidak sesuai spesifikasinya. Karena dengan anggaran  7 miliar (rupiah), tapi kok tampilanya hanya seperti itu,” ujar Plangiten, yang juga dikenal sebagai aktivis LSM Kapak ini.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan menyebut kalau ada ‘permainan’ kong kali kong dalam proyek tersebut. Pihak kontraktor yang menangani proyek tidak menguasai semua dana proyek seperti dianggarkan.

Kabar yang berhembus akhir-akhir ini menyebutkan, setiap paket proyak harus menyetor kembali kepada oknum petinggi Pemkab Kabupaten Minahasa dari nilai anggaran proyek. Ada yang menyebut 10, ada 30 dan bahkan 40 persen,tertanggung dari nilai anggaran. “Kabarnya, ada yang harus menyetor 30 persen kalau  pagu anggaran sekitar 2 miliar,” ujar sumber.

Soal proyek Terminal Tondano, sumber menyebut, kontraktor menyembalikan kepada oknum Pemkab Minahasa sebesar Rp2,1 miliar sehingga anggaran yang tersisa tinggal  Rp 4,9 M. ” Bila benar, maka dengan sisa anggaran 4,9 M, pastinya kontraktor tetap tidak mau hanya kerja bakti, apalagi merugi. Jadi diduga uang 4,9 M tersebut masih dikurangi keuntungan kontraktor sehingga anggaran pembangunannya jadi lebih sedikit,” ujar sumber yang identitasnya tidak ingin dipublikasikan ini.

Masih menurut sumber, uang haram hasil penilepan tersebut diprediksi akan mengalir dalam Pilkada Minahasa tahun 2018 mendatang. “Dengan catatan kalau yang menilep tersebut jadi mencalonkan diri,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Minahasa, Ronny Suwarno sat coba dikonfirmasi lewat nomor telepon 0813560024xx, tidak ada jawaban. Sms pun tidak dibalas.

Penulis : Fiser Wakulu

Editor    : Herly Umbas