Wow..! Kebun Raya Mitra Bakal Telan Anggaran Rp80 Milliar

Wow..! Kebun Raya Mitra Bakal Telan Anggaran Rp80 Milliar

Ratahan, Fajarmanado.com – Areal lahan bekas kawasan tambang emas PT Newmont Minahasa Raya (NMR) dipastikan segera disulap menjadi kebun raya.  Pembangunan Kebun Raya yang bakal dinamai Kebun Raya Megawati ini, kini semakin gencar disosialisasikan kepada  warga di Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Sosialisasi kepastian pembangunan mega proyek itu,  digelar  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mitra di Balai Desa Ratatotok Utara, Selasa (10/09/2017). Saat itu, Kepala DHL Tommy Soleman memperkenalkan manfaat dari penataan kebun raya tersebut. “Ini pembangunan yang cukup besar yang anggaran awalnya adalah sekitar Rp 80 Miliar, tapi berapa pastinya masih menunggu kabar dari kementrian,” katanya.

Meski begitu, menurut Soleman, ada beberapa hal yang harus diselesaikan sebelum dilakukan pembangunan. “Salah satunya terkait masalah pembebasan lahan. Sebab ada dari masyarakat yang bilang ada lahan gang dipakai PT NMR belum dibebaskan,” jelasnya.

Lanjutnya, dari masyarakat ada sekitar 10 Hektar yang belum dibebaskan. “Sehingga nantinya kita akan turunkan tim untuk menindaklanjuti itu. Termasuk dari pertanahan, yang nantinya akan melihat apakah tanah itu masuk kebun raya, sudah dibebaskan atau belum,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan untuk tahap pembangunan fisik akan dimulai tahun depan. “Nanti tahun depan sudah mulai jalan. Dan pasti akan menyerap banyak tenaga kerja lokal,” ungkapnya.
Kasim Malolonto, tokoh masyarakat yang ikut dalam sosialisasi mengatakan agar pembangunan tersebut memperhatikan dampak bagi masyarakat. “Termasuk dampak positif dan negatif. Sebab wilayah yang akan dibangun cukup besar, dan dikelilingi berbagai usaha masyarakat,” sambungnya.

Menurut Malolonto, yang harus diperhatikan adalah penambang, petani yang berada dilingkungan kebun raya. “Tentu akan ada dampaknya nanti, baik itu negatif dan positif,” jelasnya.
Ia meyakini nantinya akan ada dampak positif juga. “Salah satunya tentu akan ada banyak tenaga kerja lokal yang terserap. Tapi kita belum tahu dampak negatifnya seperti apa,” kata Kasim.

Ronny Soputan, anggota tim Analisis Lingkungan (AMDAL) kebun raya mengatakan, untuk dampak tentu ada positif dan negatif. “Tentu nantinya akan ada dampak bagi masyarakat baik buruknya pasti ada,” jelasnya.

Untuk dampak negatif ia mengatakan, saat kunjungan di kebun raya banyak. “Apalagi dengan banyaknya kendaraan disitu, tentu dampak polusi ada. Serta bagi penambang rakyat di luar wilayah kebun raya sampai pada petani,” jelasnya.

Lanjutnya, untuk itu pihaknya nanti akan melakukan kajian. “Pasti akan ada tim yang turun nantinya. Mereka akan menjalankan kuesioner kepada warga dan turun langsung ke lokasi kebun raya,” kata Soputan.

Dari itu ia mengatakan belum bisa memastikan cara penanganan dampak negatif. “Nanti usai turun kita akan presentasikan nantinya, kalau sekarang belum bisa soalnya belum ada yang turun,” ungkapnya.

Penulis : Didi Gara