Penemuan Mayat Bayi ‘Musa’ di Tempat Sampah Gegerkan Kota Bitung

Penemuan Mayat Bayi ‘Musa’ di Tempat Sampah Gegerkan Kota Bitung

Bitung, Fajarmanado.com – Masyarakat Kota Bitung, Senin (11/9), dikejutkan dengan penemuan mayat seorang bayi laki-laki yang dibuang di tempat sampah depan Kantor Pos Cabang Pinokalan Kecamatan Ranowulu. Bayi malang tersebut pertama kali ditemukan oleh Ibu Siti (70) warga Kelurahan Pinokalan Lingkungan IV, yang berprofesi sebagai pemulung, sekitar pukul 16:00 Wita.

Tindakan pelaku yang tega membuang bayi di tempat sampah menggemparkan sekaligus menimbulkan kecaman keras dari berbabagai elemen masyarakat di Kota Bitung. Warga menilai apa yang dilakukan dari orang tua bayi malang tersebut, sangat tidak manusiawi. Melanggar norma-norma agama, karena anak adalah anugerah Tuhan.

“Membuang bayi ke tempat sampah adalah tindakan yang sangat tidak berperikemanusian, ini menunjukan bahwa orang tua bayi miskin akan kasih. Apapun alasannya tidak ada satupun hukum maupun agama yang membenarkan atau mentolerir tindakan ini,” kata Anggota DPRD Kota Bitung, Dewi Suawa, Senin (11/9).

Hal senada juga dikatakan oleh Sekretaris Gerakan Masyarakat (GeMa) Porodisa Kota Bitung, Jerry Lumare. “Ini perbuatan yang sangat tidak masuk akal, diluar logika manusia, kalau memang kelahiran bayi tersebut tidak dikehendaki lebih baik diserahkan ke Panti Asuhan atau kepada orang lain. Jangan di buang ke tempat sampah. Kalau memang saat lahir sudah meninggal, sebaiknya dimakamkan saja, bukan dibuang,” tegas Lumare.

Penemuan bayi malang yang diberi nama ‘Musa’ mendapat perhatian serius dari Ketua Tim Penggerak PKK yang juga Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bitung, Ibu Khouni Lomban-Rawung.

“Saya mengecam keras perbuatan keji dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Bayi ini tidak berdosa, dia harus dimakamkan secara layak, saya akan memfasilitasi pemakaman ini,” ujar Ibu Khouni disela-sela persiapan pemakaman ‘Musa’ di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manembo-nembo.

Nampak hadir bersama dengan Ketua TP PKK / Ketua P2TP2A Kota Bitung, Kadis P2&PA Kota Bitung Ir. Telly Lengkong, Sekretaris Dinas P2&PA Grace Dengah, Kabag Pemerintahan Stella Mangkey, Kabag Humas dan Protokol Pingkan Kapoh, Polsek Ranowoulu dan Jajaran pengurus  TP PKK Kota Bitung. Sebelum dibawah kelahan pemakaman, bayi Musa diotopsi yang oleh dr. Maria Fitricilia. Ibadah dipimpin oleh Pdt. Ibu Tumbel-Watulingas.

Sementara itu, oihak Polres Bitung terus mendalami kasus pembuangan bayi tersebut. Kapolres Bitung AKBP Philemon Ginting, SIK, SH, mengatakan bahwa kasus ini sementara dalam proses pengumpulan baket dilapangan. (jones Mamitoho)