Upasa, Pengaruh Magis Tamboho

Upasa, Pengaruh Magis Tamboho

Manado, Fajarmanado.com – ‘Tamboho……!!!’ pekik pemimpin Upasa (Kabasaran). Bunyi Tamboho (Tambur) menggema yang disambut dengan pekikan dari pemain Upasa yang membuat bulu kuduk merinding. Teriakan-teriakan histeris bernada ngeri bercampur ketakutan bersahutan dari mulut penonton yang melihat aksi pemain Upasa yang memotong anggota tubuhnya. Saat pemimpin Upasa menghentikan bunyi tamboho, aksi pemain Upasapun berhenti.

Bunyi Tamboho memiliki pengaruh yang sangat kuat bagi para pemain Upasa atau tarian perang Adat Bantik. Bunyi tamboho, menyatu dengan para pemain Upasa sehingga setiap aksi mereka tergantung pada bunyi tamboho yang dipukul oleh orang yang memiliki kemampuan khusus. Bunyi tamboho memiliki kekuatan magus terhadap aksi ‘sadis’ pemain Upasa yang mengiris bagian tubuhnya tanpa luka sedikitpun.

Agus None, Pemimpin Upasa dari Banua (Desa/Kelurahan) Minanga-Malalayang, kepada fajarmanado.com, Selasa (5/9), mengatakan bahwa penabuh tamboho saat bermain Upasa, tidak sembarang orang bisa melakukannya. Tetapi hanya keturunan dari penabuh tamboho atau orang yang dipilih khusus dengan mempergunankan aturan adat untuk melakukan tugas menabuh tamboho, karena bunyi tamboho seakan telah menyatu dengan jiwa dan semangat pemain Upasa. Bunyi tamboho akan membakar semangat pemain.

“Upasa adalah pasukan perang adat Bantik sejak jaman dahulu, sampai sekarang ini tetap dipertahankan kemurniannya dan dipergunakan dalam acara resmi dan acara adat. Bada atau pedang biasa dipakai untuk berperang yang digunakan dalam Upasa sangat tajam karena terbuat dari besi pilihan, bukan terbuat dari kayu sehingga sebelum bermain seluruh pemain Upasa termasuk penabuh tamboho harus melalui prosesi adat Bantik untuk meminta restu serta perlindungan dari yang Mabu (Tuhan),” jelas None, Selasa (5/9).

Ia menambahkan, penabuh tamboho untuk Upasa dari Bantik Minanga saat ini Fabio Pongajou, orang tuanya dahulu adalah penabuh tamboho. Dalam arti bahwa penabuh tamboho Upasa memiliki peranan yang sangat penting bagi pemain, sehingga harus orang pilihan yang bisa memainkannya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Dewan Adat Anak Suku Bantik Minanga-Malalayang yang juga Ketua Generasi Mogandi Bantik, Drs. Noldy Mandagie. Tamboho memiliki pengaruh religius magis bagi pemain upasa dan bukan mistis. Pada jaman dahulu sebelum ada alat-alat canggih seperti sekarang ini, tamboho yang sering dipakai untuk mengumpulkan orang, menaikan pujian kepada Mabu dan masih banyak lagi kegunaan tamboho. Tamboho jika hanya dibiarkan tidak memiliki pengaruh apa-apa, tetapi jika digunakan oleh irang khusus maka akan membawa pengaruh yang luar biasa, termasuk bagi pemain Upasa. (Jones Mamitoho)