Manado, Fajarmanado.com – Festival Seni Budaya Bantik 2017 dalam rangka memperingati gugurnya Pahlawan Nasional Robert Wolter Mongisidi ke-68 (5 September 1949 – 5 September 2017), bertempat di Lapangan Bantik Minanga-Malalayang, dipadati ribuan pengunjung. Untuk kegiatan tahun ini sangat special, berkolaborasi dengan Pemkot Manado, dimana salah satu event Manado Fiesta 2017 yang bertajuk Manado Fun Music digelar bersamaan di lapangan Bantik Minanga-Malalayang.
Walikota Manado G. S. Vicky Lumentut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Festival Seni Budaya Bantik dalam rangka memperingati gugurnya pahlawan Nasional asal Bantik Minanga-Malalayang, Robert Wokter Mongisidi, yang digelar setiap tahun. Kegiatan ini telah menjadi agenda tetap Pemkot Manado dan diharapkan pelaksanaannya dari tahun ke tahun bisa lebih baik lagi.
“Pemerintah Kota Manado mendukung kegiatan ini, serta berharap untuk pelaksanaan tahun depan sudah tidak ada lagi tenda bongkar pasang tetapi akan dibuat permanen,” kata Lumentut.
Sementara itu Ketua Panitia Festival Seni Budaya Bantik 2017, Fitriani Mongisidi, mengakui pelaksanaan kegiatan tahun ini sangat special karena bisa berkolaborasi dengan Pemkot Manado, dimana salah satu kegiatan Manado Fiesta 2017 yakni Manado Fun Music digelar di Lapangan Bantik Malalayang bersamaan dengan puncak acara peringatan. Dalam Kegiatan Festival Seni Budaya Bantik 2017 selain Lomba dibidang Seni dan Budaya Bantik, juga di gelar lomba Voley Ball U-19 SulutGo Putra dan Putri.
“Lewat kegiatan peringatan gugurnya Pahlawan Nasional Robert Wolter Mongisidi, Nilai Nasionalis dan Patriotik dari Bote akan terus teraktualisasi dalam karya generasi muda. Bote telah gugur namun semangatnya tetap hidup dalam gerak juang anak bangsa,” ujar Nona sapaan akrab ketua panitia.

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Lembaga Pemangku Adat Anak Suku Bantik Minanga-Malalayang AKBP Drs. Reyno Bangkang, MSi. Spirit Intelektual, Nasionalis dan Patriotisme dari Bote sang Mogandi Bantik (Pahlawan Bantik), mampu membakar semangat generasi muda untuk membaktikan diri bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Disisi lain, moment ini akan menjadi pemersatu 11 Desa Bantik yang tersebar di Sulawesi Utara yakni; Bantik Sumoiti (Bolmong), Tanamon (Minsel), Karlasey (Minahasa), Minanga-Malalayang, Singkirli, Buha, Bengkorlo, Bairlang, dan Morlasa (Manado), serta Mahasa/Meras dan Talawaan (Minut).
Acara dihadiri oleh Pemprov Sulut, Kodam 13 Merdeka, Dandim 1309 Manado Letkol Toar Pioh, Ketua LVRI Sulut Boyke Kambey, Keluarga Pahlawan R. W. Mongisidi, Ketua AMAB Sulut Drs. Denny Sege serta para undangan lainnya. Kegiatan ini dimeriahkan dengan berbagai atraksi Tarian Adat Mahamba Bantik, Pencak Silat, serta Upasa (Tarian Kabasaran Bantik) dari anak SD dan 11 Desa/Kelurahan Bantik. (Jones Mamitoho)

