Airmadidi,Fajarmanado.com – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Minahasa Utara (Minut), Toar Sendow dituding pembohong. Tudingan pedas tersebut dilayangkan orang tua Paskibraka terkait janji Kadispora untuk bertemu dengan orang tua dalam rangka memberikan klarifikasi soal masalah yang dialami Paskibraka Minut tidak pernah terlaksana.
Hal ini dikatakan salah satu orang tua Paskibraka Reifi Rompas, saat ditemui dikantor DPRD Minut senin (28/8). Menurut Rompas, Toar Sendow tidak layak menduduki jabatan Kadispora Minut, karena sikap pembohongnya tersebut bisa merusak mental generasi muda, khususnya Paskibraka yang merupakan putra –putri terbaik Minut. Untuk itu pihaknya meminta agar bupati mengevaluasi kinerja Kadispora untuk mengantisipasi generasi muda menjadi mental pembohong sepertinya.
“Kadispora Minut pembohong, catata itu. Ingat anak-anak ini semuanya masih lugu, jadi jangan kita berikan contoh yang tidak baik. Dengan dibohongi seperti ini, sama saja kita mengajar kepada mereka untuk berbohong, atau mencontohkan bahwa berbohong itu dibenarkan.”tegas Rompas yang juga ketua DPC partai Hanura Minut.
Rompas menjelaskan, tuntutan orang tua anggota Paskibraka kepada Dispora bukanlah soal uang atau ingin meminta upah atas jasa anggota Paskibraka, tetapi hanya ingin mendengarkan penjelasan Kadispora soal alasannya memulangkan anggota Paskibraka tanggal 17 malam. Selain itu alasan Kadispora membatalkan pelaksanaan wisata kebangsaan yang sudah dijanjikan.
“Persoalan Paskibraka ini bergulir sejak tanggal 18 lalu, dan sampai saat ini Kadispora belum memberikan klarifikasi, yang ada hanya sorga telinga akan mengumpulkan kami orang tua untuk bertatap muka yang pada akhirnya pertemuan tersebut hanya janji, janji dan janji yang tak kunjung terealisasi.”terangnya.
Hal senada disampaikan wakil ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Sulut Novel Lotulung, menurutnya Kadipora seharusnya dicopot dari jabatannya karena perlakuannya terhadap Paskibraka Minut sangat mencoreng pemerintahan bupati Vonnie Panambunan dan juga pelecehan terhadap Paskibraka Minut tahun 2017 ini.
“Bupati harus mengambil tindakan tegas terhadap Kadispora, sebab sikap tidak profesionalnya dalam menangani Paskibraka secara tidak langsung telah mempermalukan Minahasa Utara. Buktinya Minahasa Utara satu-satunya kabupaten di Sulut yang tidak mengirim Paskibraka untuk mengikuti apel kebangsaan yang dilaksanakan Kemenpora RI di Jakarta 24 agustus lalu.”kata Lotulung.
Penulis : Joel Polutu

