Tondano, Fajarmanado.com – Ketua DPD I PAMI Perjuangan Sulut, Jeffry Sorongan mendesak penegak hukum, polisi dan kejaksaan di Kabupaten Minahasa untuk menseriusi dugaan penyelewengan atau anggaran pembangunan infrastuktur yang menyeruak selama ini.
“Saya merasa aneh saja, kenapa banyak keluhan masyarakat tidak atau belum ditindaklanjuti, padahal indikasinya sudah ada,” katanya kepada Fajarmanado.com di Manado, Sabtu (26/08/2017).
Ia pun menunjuk proyek pembangunan jalan penghubungan Kelurahan Papakelan, Kinaleosan dan Rerer, yang tahun 2016 menghabiskan dana APBD sebesar Rp4,3 miliar lebih.
“Kalau dananya tidak cukup, oke-oke saja. Tapi kalau nama proyeknya Papakelan-Rerer, kenapa batu dasar pun belum juga diletakkan di kawasan gunung Lembean dari titik nol di Papakelan. Inilah yang patut dipertanyakan dan harus ditelusuri sehingga sudah merupakan indikasi pengelewengan atau korupsi, tinggal dilakukan perhitungan kerugian negara,” ujarnya.
Sorongan mengatakan, pihak penyidik polisi maupun jaksa tidak perlu menunggu laporan tertulis masyarakat. Laporan masyarakat yang terangkat melalui media massa pun sudah bisa dijadikan dasar untuk melakukan langkah penyelidikan.
“Saya tahu, polisi dan kejaksaan punya persoalan keterbatasan personil. Tapi soal korupsi sudah menjadi prioritas pemerintahaan Presiden Jokowi yang harus dengan segera ditindaklanjuti. Jangan tunggu laporan tertulis,” kata mantan wartawan ini.
Seperti diberitakan, dugaan penyelewengan anggaran pada sejumlah proyek jalan di Kabupaten Minahasa menyeruak. Setelah ruas jalan Tandengan-Kapataran, kini pembangunan jalan yang menghubungkan kelurahan Papakelan,Kinaleosan dan Rerer yang disorot. Proyek berbandrol Rp12,7 miliar tersebut diduga sarat korupsi.
Sekretaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Minahasa, Edwin Pratasik SPd meduga pembangunan ruas jalan Papakelan, Kinaleosan dan Rerer sarat korupsi.
Berdasarkan data yang dikantonginya, anggaran pembangunan jalan tersebut bernilai Rp4.132.204.000 dari APBD Minahasa 2016. Namun, Pratasik menilai masih jauh dari kata layak.
“Kalau tidak percaya, silahkan pergi lihat sendiri. Jalan dari Papakelan dan menanjak di Pegunungan Lembean menuju Kinaleosan, jalanya becek dan belum pernah diletakan batu dasar. Apalagi pengaspalan,” ujar Pratasik.
Penulis : Fisher Wakulu
Editor : Herly Umbas

