oleh

Astaga..! Pencabul Mawar, Juga Perkosa 5 Wanita Sambil Lakukan Ini

Bitung, Fajarmanado.com – AS alias Andre, pria tukang ojek berusia 28 tahun yang mengambil handphone dan memaksa MW alias Mawar berbuat cabul ini, ternyata juga sebagai pelaku pemerkosaan terhadap lima perempuan lainnya.

Dalam menjalankan aksi bejadnya, pria  warga Kecamatan Maesa, Kota Bitung ini merekam adegan amoralnya dengan handphone (HP), setelah sebelumnya mengancam setiap korban dengan senjata tajam.

Untuk membungkam para korban supaya tidak melapor kepada siapa pun, Andre mengancam akan menyebarluaskan hasil rekaman vodio HPnya secara luas melalui media sosial. Aksi-aksi itu dilakukan tersangka di berbagai tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Bitung.

Seperti diberitakan 26 Juli silam, MW alias Mawar menjadi korban amoral Andre. Saat hendak pulang kerja ke rumah dari salahsatu tempat Karauke tengah malam pada Minggu, 23 Juli 2017, Andre mendekat dan menawarkan jasa ojeknya.

Tawaran santun ini, spontan diterima Mawar. Namun dalam perjalanan, tiba-tiba Andre membelokkan sepeda motornya ke arah belakang Rumah Sakit Manembo-Nembo yang  yang gelap. Tersangka mengeluarkan pisau, mengancam korban sambil meminta Hpnya.

Mawar pun tak berkutik, sehingga menyerahkan barang elektronik yang diminta tersangka. Usai itu, Andre tak berhenti. Sambil menodongkan pisau, ia meminta korban untuk meladeni nafsu birahinya.

Permintaan ini, tak langsung dilayani Mawar. Wanita berparas cantik ini berdalih jika dia tengah haid. Demi melampiaskan nafsu duniawi yang telah membara, Andre mendesak korban untuk (maaf) ‘mengkarauke’ Mr P-nya, sambil menyandarkan ujung pisau pada bagian perut mawar.

Setelah hasratnya terpenuhi, Andre tetap berniat mengantar korban sampai di rumahnya tapi Mawar yang mengendarai sepeda motor. Belum sempat tersangka duduk, korban menarik gas tapi motor terjatuh karena sempat ditahan tersangka dari belakang. Saat ke duanya jatuh, Mawar buru-buru berdiri dan melarikan diri.

Polisi yang mendapat laporan, langsung bergerak. Dini paginya, Andre berhasil ditangkap Timsus Tarsius Polres Bitung.

Kapolres Bitung, AKBP Philemon Ginting mengatakan, mulanya tersangka tidak mengakui perbuatannya. Namun setelah polisi berhasil menemukan HP berisi rekaman video, tersangka akhirnya tak dapat mengelak.

“Ia (tersangka) coba sembunyikan ponsel itu, namun kami berhasil menemukannya,” ujar Kapolres kepada wartawan di Bitung, Kamis (10/08/2017).

Ginting pun menduga masih ada korban perkosaan lainnya tetapi enggan melapor. “Masih kami telusuri, kemungkinan masih banyak lagi korban,” ujarnya.

Sementara AS saat diwawancarai sejumlah awak media di ruang tahanan Mapolres Bitung menjelaskan, dirinya melakukan perbuatan itu dalam keadaan mabuk minuman keras.

Terhadap korban MW, tersangka mengaku saat itu akan mengantar korban ke rumahnya menggunakan sepeda motor. “Di tengah perjalanan saya tergoda, lalu saya bawa ke kuburan terdekat. Sebenarnya hendak saya perkosa dan rekam tapi korban mengaku sedang haid,” kata tersangka.

Sedangkan kepada korban-korban lainnya, tersangka mengaku mengancam mereka menggunakan senjata tajam. Sambil beraksi, tangan kanan tersangka memegang hp untuk merekam. “Rekaman itu, niat saya untuk koleksi pribadi saja,” jelasnya.

Editor : Herly Umbas

News Feed