Tondano, Fajarmanado.com – Musim kemarau yang ditunggu-tunggu petani cengkih da vanili mulai menunjukkan gejala telah tiba di Kabupatrn Minahasa. Namun masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran, baik hutan dan perkubunan maupun pemukiman.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa, Johanis Pesik mengakui mulai bulan Agustus ini, kemungkinan besar musim kemarau panjang mulai terjadi di daerah Toar Lumimuut dan sekitarnya.
“Musim kemarau memang sangat baik bagi tanaman cengkih dan vanili. Kalau hujan terus, cengkih dan vanili tidak akan mengeluarkan buah. Jadi musim kemarau juga dibutuhkan supaya cengkh dan vanili bisa mengeluarkan buah,” ujar Pesik kepada Fajarmanado.com di Tondano, siang tadi.
Ia mengatakan, saat ini tanda-tanda musim kemarau sudah sangat terasa. Disamping suhu udara telahbmeningkat, tiupan angin juga sudah semakin kencang.
Untuk itu, Pesik mengingatkan masyarakat harus waspada dengan kemungkinan terjadi bencana kebakaran.
Berbagai cara guna menghindari kebakaran, lanjut dia, trntu saja dengan emperhatikan hal-hal yang bisa memicu bencana tersebut. seperti listrik, kompor, ataupun lilin dan strika serta jangan sembarangan membuat api atau membuang puntung rokok di kebun dan hutan.
“Itu harus terus diawasi. Apalagi kalau akan keluar rumah, harus dicek jangan sampai ada yang terlewat kemudian terjadi bencana,” jelas Pesik.
Pesik juga meminta supaya petani waspada jika ingin membuka lahan pertanian. Jika ingin membakar sesuatu di kebun, pastikan kalau angin tidak bertiup kencang.
“Kalau membuat api di kebun, sebelum pulang, pastikan untuk memadamkan apinya. Karena kalau sampai tidak padam dan mengakibatkan bencana kebakaran, bukan saja pemilik kebun tersebut yang akan rugi, tapi pemilik kebun lain yang kena imbas dengan bencana kebakaran tersebut,” tegasnya sembari menambahkan supaya hal ini harus diperhatikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Penulis : Fiser Wakulu
Editor : Herly Umbas

