Tondano, Fajarmanado.com – Tindak kriminal akibat pengaruh minuman keras (miras) dan senjata tajam (sajam) semakin meresahkan masyarakat Minahasa. Polisi pun dibuat gerah. Kapolres AKBP Syamsubair SIK MH menegaskan akan tetap konsisten melakukan razia miras dan sajam.
Menurut Syamsubair, fenomena tersebut butuh ditangani secara berkesinambungan dan tidak boleh diberi ruang sedikit pun.
“Masalah sajam dan miras di wilayah ini telah sangat merugikan masyarakat. Apalagi baru-baru ini hanya dalam tempo dua pekan telah terjadi tiga kasus penganiayaan dengan menggunakan sajam dan mengakibatkan orang meninggal dunia. Pelakunya diidentifikasi telah mengkonsumsi miras. Jadi itu sangat berkaitan,” katanya kepada wartawan di Tondano, Sabtu (05/08/2017), siang tadi.
Ia menegaskan, benang merah peredaran miras tanpa ijin harus diputus untuk meminimalisir tindakan-tindakan melanggar hukum yang dipicu oleh miras bisa.
Langkah itu, lanjut dia, selain menyasar warung-warung, Polres Minahasa dan jajaran Polsek akan pula rutin melakukan patroli ke tempat pesta maupun duka.
Namun demikian, Syamsubair mengharapkan dukungan dari masyarakat untuk menciptakan kondisi keamanan yang kondusif dengan melakukan langkah pencegahan dan melapor kepada pihak kepolisian terdekat.
Selain itu, masyarakat jangan mudah terpancing emosi dan termakan dendam yang ujung-ujungnya mengakibatkan tindak pidana penganiayaan yang akhirnya merugikan diri sendiri.
“Jangan membawa sajam dan jangan mengkonsumsi miras. Karena kalau kedapatan, saja jamin pelakunya pasti ditangkap dan akan diberikan hukuman yang maksimal sesuai aturan yang berlaku sebagai upaya untuk memberikan efek jera bagi pelaku,” tegas Kapolres.
Penulis : Fiser Wakulu
Editor : Herly Umbas

