Amurang, Fajarmanado.com – Operasi Pekat Samrat 2017 benar-benar tak pandang bulu. Selain menyasar peredaran minuman keras (Miras) ilegal, senjata tajam (Sajam) dan pesta miras, juga lokasi esek-esek. Uniknya, pekerja seks komersiap (PSK) berusia setengah abad pun berhasil terjaring.
Anggrek (nama samaran), wanita 51 tahun ini dikabarkan diamankan tim Operasi Pekat Samrat 2017 Polsek Amurang bersama rekannya, Melati (juga nama samaran), PSK 37 tahun di lokasi esek-esek, penginapan Tenda Biru, bilangan Kelurahan Buyungon, Kecamatan Amurang, Minahasa Selatan (Minsel) pada Jumat (20/07/2017), malam.
Anggrek dan Melati tak berkutik ketika tim Operasi Pekat menyambangi ‘tempat usaha’ mereka menjajakan diri pada malam itu. Bersama pemilik penginapan berinisial EA, Melati dan Anggrek kemudian digiring polisi ke Mapolsek Amurang.
“Mereka diamankan di Penginapan Tenda Biru, Kelurahan Buyungon, Kecamatan Amurang,” ujar Kapolsek Amurang, AKP Arie Prakoso kepada wartawan, Sabtu (20/07/2017), siang tadi.
“Pemilik penginapan telah kami periksa, sedangkan dua PSK kami arahkan ke unit PPA untuk kepentingan pendataan berkoordinasi dengan Dinas Sosial,” papar Prakoso.
Penginapan Tenda Biru, yang berada di antara Kelurahan Buyungon dan Desa Kilometer Tiga tersebut memang sudah lama dikenal masyarakat sebagai lokasi esek-esek dan tempat berindehoi dari pasangan yang menjalin hubungan gelap (hugel).
EA, pemilik penginapan tersebut, dicurigai sengaja menyiapkan PSK bagi pengunjung pria hidung belang dengan tarif berdamai, selain sewa kamar.
Satpol PP dan Damkar Minsel sempat melakukan penggrebegan pada 17 Juni 2017 silam. Rabu malam itu, dipimpin Kepala Bidang Trantib Umum Mariano Kani, ST MSi, pasukan polisi sipil ini berhasil mengamankan empat wanita tanpa identitas, namun tidak ditemukan pria hidung belang saat itu.
Ke empat perempuan tersebut mengaku ada yang datang dari Gorontalo, Lobu, Tombatu, Buyungon dan Tumpaan.
“Karena tidak menunjukkan identitas, mereka juga kami giring ke kantor,” ungkap pria yang dikenal getol memberantas penyakit masyarakat di Minsel ini.
Sementara EA dan para orang kepercayaannya, tidak berada di tempat pada saat penggrebegan tersebut. Sumber anggota Satpol PP lainnya, mensinyalir jika razia sempat bocor sehingga EA dan para pria hidung belang telah menyelinap lebih dulu untuk menghindar.
Editor : Herly Umbas

