Disuguhi Selebrasi Budaya, Olly: Pemprov Akan Ikuti KGPM
Ketua PMS KGPM Sentrum Kawangkoan memimpin doa peletakan batu pertama pembangunan gedung KGPM Sentrum Kawangkoan di Sektor Sendangan, Minggu (23/07/2017), siang tadi.

Disuguhi Selebrasi Budaya, Olly: Pemprov Akan Ikuti KGPM

Kawangkoan, Fajarmanado.com – Gubernur Olly Dondokambey SE merasa ada yang berbeda dan unik ketika menghadiri ibadah Pengucapan Syukur di gereja KGPM Sentrum Kawangkoan, Minggu (23/07/2017), siang tadi.

Nuansa budaya ketika disuguhkan dan mewarnai ibadah pengucapan syukur yang dirangkaian dengan syukuran penggantian atap dan renovasi plafon gereja, peresmian Gedung Serba Guna (GSG) Papaaran dan peletakan batu pertama pembangunan gereja baru KGPM Sentrum di Kelurahan Sendangan Selatan pada pagi hingga siang tadi.

“Saya mengapresiasi kegiatan hari ini. Suasana budaya sangat terasa sekali. Liturgi tadi menggunakan bahasa daerah. Pemprov akan segera lakukan di SKPD-SKPD dan akan dimulai di Dinas Pendidikan,” kata Olly, sapaan akrab Gubernur Sulut.

Tiba pada pukul 10.52 Wita, Olly dan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sulut Ny Rita Dondokambey-Tamuntuan, disambut tari Cakalele PKB KGPM Sentrum di jalan BW Lapian, komples pertokoan Kawangkoan.

Puluhan pria berpakaian serba merah lengkap dengan atribut dan alat perang tradisional, parang dan tombak telah berbaris berjejer dua, dipimpin Jollen Liow, salahsatu tokoh budaya Minahasa.

Berdiri di depan, Liow mengucapkan rangkaian kata-kata selamat datang dan kesiapan mengawal gubernur, Ny Rita, isterinya dan rombongan. Usai jabat tangan,  Olly dan rombongan pun berjalan di antara dua baris peserta tari Kabasaran sambil memekikkan I Yayat U Santi dan menari-nari menuju ke dalam gereja, diiringi dentuman tambur.

Di jalur bagian tengah berdiri dan berbaris memanjang para penari Maengket, yang terdiri dari para pemuda pemudi. Olly pun tampak terkesima melihat semua pria dan yang duduk di samping kiri dan kanan mimbar mengenakan pakaian khas adat Minahasa. Mereka tak lain adalah jajaran pengurus Badan Pimpinan Sedang (BPS), Pimpinan Majelis Sidang (PMS) dan para penatua dan diaken.

Gubernur pun terlihat termanggut-manggut ketika mendengar bila tata cara ibadah pagi sampai siang itu menggunakan bahasa Tountemboan, salahsatu subetnis daerah Toar Lumimuut. Tak heran, lagu-lagu pujian juga telah ditranslate ke bahasa Tountemboan.

Olly maupun rombongan kembali tampak bingung tatkala oleh pendamping khadim disampaikan acara segera memasuki pemberian pundi syukur oleh jemaat. Di bagian depan, antara mimbar dan bangku jemaat tak terlihat adanya kotak pundi, seperti lazimnya.

Disuguhi Selebrasi Budaya, Olly: Pemprov Akan Ikuti KGPM
Gubernur Olly Dondokambey SE ketika menandatangani prasasti GSG Papaaran KGPM Sentrum Kawangkoan usai Ibadah Pengucapan Syukur, Minggu (23/07/2017), siang tadi.

Tambor pun kembali ditabuh. Empat gadis mengenakan kebaya menari meliuk-liuk dari gerbang utama sambil membawa ayaman bambu layaknya tempat ayam bertelur. Usai meletakkannya di bagian depan sebagai pengganti kota pundi, ke empat gadis itu membawakan tarian syukur.

Ketika menuju lokasi peletakan batu pertama yang berjarak sekitar 400 meter dari tempat peribadatan, Olly dan rombongan dituntun tari Kabasaran serta tiga ekor kuda pacu yang masing-masing ditunggangi pria berpakaian serba merah, warna khas peserta tarian perang Minahasa ini.

“Saya sangat terkesan dengan suasana ini. Ini harus kita budayakan,” kata gubernur.

Olly mengatakan, budaya daerah harus terus dilestarikan karena budaya adalah jati diri bangsa.

“Jangan sampai generasi sekarang dan generasi masa datang lupa akan asal usulnya. Itu harus menjadi tanggung jawab kita bersama, pemerintah, gereja dan masyarakat,” tandasnya.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus mensuport apa saja yang dilakukan gereja. Begitu pun sebaliknya, gereja harus bahu membahu membantu program pemerintah. “Tugas pemerintah hanya memfasilitasi, selanjutnya sangat bergantung kepada masyarakat,” ungkapnya.

Selama ini, menurut gubernur, Pemprov Sulut terus berusaha melakukan pembangunan di berbagai bidang, termasuk pariwisata. Kunjungan wisatawan mancanegara di daerah Nyiur Melambai terus mengalami peningkatan sampai tahun ini.

“Tanggal 28 Juli nanti akan ada lagi rombongan turis dari Tiongkok yang akan datang di daerah kita,” paparnya.

Terobosan menggaet kedatangan turis sebanyak-banyaknya ini, akan berimbas pada peningkatan pendapatan dan ekonomi masyarakat. “Seperti halnya di Kawangkoan ini. Kalau banyak turis yang berkunjung ke sini, pasti akan menghidupkan usaha kuliner,” kata Olly.

Oleh karena itu, gubernur berharap agar sekiranya masyarakat dapat menciptakan keamanan dan kenyamanan di wilayah masing-masing. Keamanan akan tercipta apabila semua sadar dan memulainya dari keamanan diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

Olly juga mengharapkan agar masyarakat mewaspadai kondisi dan situasi yang berkembang akhir-akhir ini. Jangan cepat terpancing dan bereaksi apabila menerima kabar negatif.

“Apalagi yang menggunakan Medsos. Kalau ada informasi check dan recheck dulu,” imbuhnya, sambil menyebutkan beberapa kabar di Medsos yang sempat meresahkan dan memancing aksi demo dari kelompok masyarakat.

Rangkaian acara tersebut, selain dihadiri Ketua PP KGPM Fetrisia Y Alling MTh dan Ketua MG KGPM Tedius Batasina STh, Ketua Olly Dondokambey Centre (ODC) Ferry Wowor, juga sejumlah pejabat teras Pemrov Sulut. Antara Lain, Kadis Dikda Drs Asiano Gammy Kawatu, Kadis Perhubungan dan Informatika Drs Joi Oroh, Kepala DKP Ir Ronald Sorongan, Drs Meki Onibala MSi, Ir Herry Rotinsulu dan Drs Fransiscus Maindoka.

Penulis/Editor : Herly Umbas