Warning Bawaslu, GP Minteng Harap Rekrutmen Panwas Bersih
Leslie Sarajar, SIP

Warning Bawaslu, GP Minteng Harap Rekrutmen Panwas Bersih

Kawangkoan, Fajarmanado.com – LSM Gerakkan Penerus Minahasa Tengah (GP Minteng) mewarning Badan Pengawas (Banwas) Sulawesi Utara untuk mengawasi netralitas tim rekrutmen anggota panitia pengawas (Panwas) kabupaten kota.
Warning Bawaslu, GP Minteng Harap Rekrutmen Panwas Bersih
Inilah salahsatu foto yang dijadikan bukti surat tanggapan GP Minteng kepada Bawaslu terhadap rekrutmen anggota Panwas Minahasa 2017.

“Ini tak lain supaya jangan sampai figur titipan bakal calon lolos dari pengamatan tim seleksi yang bakal merusak dan mencoreng netralitas pelaksanaan Pilkada 2018 mendatang,” kata Ketua Harian LSM GP Minteng Indra Lumantouw kepada Fajarmanado.com di Kawangkoan, malam tadi.

Didampingi Sekretarisnya, Leslie Sarajar SIP, ia mengungkapkan, sesuai pengamatan GP Minteng ada beberapa peserta yang ikut seleksi rekrutmen Panwas Minahasa yang terindikasi punya kedekatan dengan salahsatu partai dan bakal calon (Balon) Pilkada Minahasa 2018.

Bahkan, dua di antaranya, yakni Rendy Umboh dan Donny Rumagit tertangkap kamera mengikuti rapat tim pemenangan calon petahanan Drs Jantje Wowiling Sajow MSi bersama politisi PDI Perjuangan Minahasa, Rommy Leke.

Tim pemenangan JWS yang diberi nama Komando 18-23 tersebut dideklarasikan pada 28 Juni 2017. Foto-foto deklarasi itu pun dipublikasikan oleh akun bernama Jantje W Sajow.

Postingan tertanggal 28 Juni 2017 jam 16.05 Wita itu, bertuliskan; Kebersamaan yg tidak pernah pudar, komisi pemuda GMIM lintas generasi sepakat menyatu dalam komando 18-23 (komando adalah pemuda) utk menangkan JWS Pilkada Juni 2018. Thanks for support.

“Di antara 26 foto yang diposting ada orang yang saya kenal bernama Rendy Umboh dan Donny Rumagit. Ke duanya mencalonkan diri sebagai anggota Panwas Minahasa,” jelas Sarayar, salahsatu pengurus Komisi Anak Sinode GMIM ini.

Menyikapi hal ini, lanjut dia, GP Minteng telah mengirim surat tanggapan kepada Bawaslu Provinsi Sulut, Tim Seleksi Panwas Kabupaten Kota dan Bawaslu Pusat sesuai mekanisme yang peraturan perundang-undangan yang ada.

“Sampai sekarang ini belum ada tanggapan resmi. Semoga saja tanggapan itu diwujudkan dalam bentuk hasil seleksi dengan tidak mengakomodir orang-orang yang terindikasi sebagai titipan bakal calon peserta Pilkada 2018,” ujarnya.

Sarajar menyatakan, sikap tidak ada dilatari dengan like or dislike, tapi semata-mata murni sebagai sikap GP Minteng untuk mewujudkan Pilkada Minahasa yang jujur, adil dan transparan, tanpa intervensi pihak mana pun.

“Bung Donny dan Rendy saya kenal. Apalagi, Rendy. Dia adalah ketua saya di FGMMT (Forum Generasi Muda Minahasa Tengah). Tapi demi terwujudnya Pilkada Minahasa 2018 yang berkwalitas, GP Minteng terpanggil untuk memberikan warning kepada panitia seleksi rekrutmen anggota Panwas Minahasa,” paparnya.

Menurut Sarajar, Panwas Pemilu dan Pilkada memiliki posisi strategis dalam menciptakan pesta demokrasi yang benar-benar jujur, adil, bersih dan transparan. Jangan ada satu pun anggota yang berafiliasi dengan salah satu calon, apalagi sudah terlanjut terlibat pada deklarasi tim pemenangan.

“Panwas harus terjamin independensi dan integritasnya. Untuk mewujudkan itu, amat tergantung pada sikap Bawaslu melalui tim seleksinya. Jika gagal memilih dan mengangkat figur-figur anggota Panwas yang benar-benar bersih dan memiliki integritas yang kuat dalam menjalankan fungsi pengawasan, maka akan berimbas buruk pada hasil penyelenggaraan Pemilu atau Pilkada nanti,” sela Lumantouw.

Penulis/Editor : Herly Umbas