Gejolak Politik Kabupaten Minahasa Terus Bergemuruh
Herry Plangiten

Pilkada Minahasa 2018 Terus Bergulir Hangat

Tondano, Fajarmanado.com – Pilkada Minahasa 2018 semakin hangat diperbincangkan. Gonjang-ganjing siapa yang bakal maju bertarung memperebutkan kursi empuk Bupati periode 2018-2023 yang akan ditinggalkan habis masa periode Drs Janjte Wowiling Sajow MSi (JWS) pada 17 Maret 2018 terus begulir hangat.

Selain sang petahana JWS  dan Ivan Sarundajang (IvanSa), sejumlah nama yang dikabarkan juga berambisi merebut papan satu maupun papan dua. Mereka, antara lain, Robby Longkutoy (RL), Careig Naicel Runtu (CNR), Hangky Arther Gerungan (HAG), Robby Dondokambey , Joula Lariwa (JL),  Imelda Nofita Rewah (INR), bahkan sederetan nama birokrat aktif, seperti, Drs Meki Onibala MSi, Ir Roy O Roring MSi dan Jefrry Korengkeng, yang kini Sekda Minahasa.

Khusus untuk IvanSa, meskipun adalah kader PDIP, hampir pasti dirinya akan diusung oleh partai Golkar berpasangan dengan CNR. Apalagi, meski tidak berkoalisi, Golkar memiliki cukup kursi (9 kursi) di Dewan Kabupaten (Dekab) Minahasa untuk mengusung calon.

Sementara JWS telah lebih dulu memasang ‘kuda-kuda’. Kendati sebagai Ketuab DPC PDI Perjuangan Minahasa, JWS telah getol menggalang dukungan untuk maju lewat jalur perseorangan atau independen. Padahal, partai besutan Megawati Soekarnoputri ini tengah melakukan survei untuk menjaring calon yang akan ‘dijual’ kepada internal partai untuk disaring.

Di pihak lain, parpol pemilik kursi di dewan Minahasa lainnya, masih terkesan wait and see. Belum ada satu pun yang ‘melempar’ figurnya untuk dipasarkan bakal diusung maju pada Pilkada yang dijadwalkan berlangsung 27 Juni 2018.

DPD Partai Golkar (PG) Minahasa tercatat tampil sebagai partai pertama yang sudah mengumumkan nama-nama yang kemungkinan bakal diusung sebagai hasil Sosialisasi dan Penjaringan bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati Minahasa pada Pilkada 2018 awal bulan ini. Namun, dari sejumlah nama internal dan ekternal partai yang terjaring tersebut, juga belum diketahui perisi siapa saja yang akan diusung, baik untuk papan satu maupun papan dua.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan dari sumber resmi dalam tubuh PG menyebutkan,  IvanSa kemungkinan besar akan diplot sebagai calon Bupati berpasangan dengan CNR, Ketua DPD II PG Minahasat sebagai papan dua.

Namun diakui sumber, hal ini baru sebatas analisa. Karena yang berhak menentukan, adalah DPP PG berdasarkan hasil survei yang sementara dilakukan.

“Meski kami bisa mengusung calon tanpa berkoalisi dengan partai lain, kami tetap intens melakukan komunikas politik dengan partai lain,” ujar Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Minahasa belum lama ini.

Selain itu, kata Suoth, partai mana yang nantinya berkoalisi dengan Golkar, sangat tergantung dari arah politik ke depan. Juga dengan kesamaan visi dan misi terkait bagaimana membangun kabupaten ini.

Sementara itu, pendukung IvanSa dari basis PDIP tak rela jika partainya tidak mengusung IvanSa. Sebab menurut meraka, sebuah blunder besar jika mengusung calon lain yang tidak lagi diinginkan masyarakat.

Anggota DPR RI utusan PDIP dari Dapil Sulut yakni Vanda Sarundajang yang tak lain adalah adik kandung dari IvanSa sangat optimis jika PDIP akan masuk berkoalisi dengan Golkar untuk mengusung IvanSa dalam Pilkada Minahasa 2018 mendatang.

Sementara itu, para petinggi PDIP Sulut, seperti Frangky Wongkar dan Lucky Senduk sempat mengatakan bahwa partainya memiliki mekanisme terkait siapa yang bakal diusung. Mkanisem tersebut memiliki tahapan-tahapan yang harus dilalui.

Gonjang ganjing tersebut mengundang komentar dari Herry Plangiten, pemerhati pemerintahan dan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, PDIP selaku salah satu partai pengusung calon (12 kursi dalam Dekab Minahasa) diminta untuk tidak salah mengajukan nama. Melainkan harus lebih jeli dan cermat dalam menentukan siapa yang akan diusung nantinya.

“PDIP harus jeli. Jangan salah menentukan sikap. Apalagi sudah hampir pasti mencalonkan Incumbent JWS yang kini Bupati Minahasa dan Ketua DPC PDIP Minahasa,” ujar Plangiten.

Menurutnya, meski JWS kerap mendapat penolakan dari internal partai khususnya ranting, anak ranting, sebagian PAC dan dari ODC (Olly Dondokambey Centre), namun pada Pilkada Minahasa 2013 silam, PDIP susah payah, bahkan membuang malu mengambil kader PG, yakni JWS sebagai calon Bupati. Padahal, kata dia, sebelumnya JWS pernah berujar kalau PDIP adalah Partai PKI.

Selain itu, Plangiten mengatakan, perseteruan ODC dan JWS diduga sengaja dilakukan mengingat Olly Dondokambey adalah ketua DPD PDIP Sulut dan ODC adalah Olly sendiri.

“Apa Olly tega melihat dua organisasi ini hancur cuma karena masing-masing mempertahankan Ego? Apa susahnya Olly memanggil Ferry Wowor selaku Ketua ODC Sulut dan JWS Ketua DPC Minahasa untuk rekonsiliasi,” tambahnya.

Karena itu Plangiten mengganggap tontonan politik di Minahasa khususnya PDIP adalah scenario yang diduga sudah diatur sejak awal untuk melihat siapa yagg loyal terhadap Olly Dondokambey.

Bahkan, dikatakannya, hampir pasti PDIP tetap akan mencalonkan JWS, karena terlalu mahal harganya untuk kehilangan Incumbent Bupati dan ketua DPC.

“Kalau kehilangan salah satu mungkin tapi kalau kedua-duanya tidak mungkin. Ingat bahwa JWS di calonkan tahun 2012 karena Incumbent Wabup, apalagi sekarang ini, Incumbent Bupati,” jelasnya.

Penulis : Fiser Wakulu