Menteri Johana Puji Walanda Maramis di HUT PIKAT ke-100
Menteri P3A Prof Dr Yohana Susana Yembise Dip.Apling , MA, Wagub Drs Steven Kandouw, Wakil Ketua TP PKK Sulut dr Devi Kandouw-Tanos Mars dan pengurus PIKAT bersama-sama meniup lilin 100 tahun pada acara di Graha Bumi Beringin, Manado, Sabtu (08/07/2017).

Menteri Johana Puji Walanda Maramis di HUT PIKAT ke-100

Manado, Fajarmanado.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Prof Dr Yohana Susana Yembise Dip.Apling , MA memuji kegigihan ibu Maria Walanda Maramis.

Menteri Johana mengatakan, ibu Maria Walanda Maramis, yang adalah pahlawan perempuan nasional asal Sulawesi Utara (Sulut) ini sangat getol memperjuangkan memajukan kaum perempuan semasa hidupnya.

“Perjuangan ini diwujudkan dengan mendirikan organisasi PIKAT, semangat dan kegigihan beliau harus menjadi teladan bagi kita semua,” demikian Menteri Johana pada peringatan 100 tahun berdirinya PIKAT di Graha Bumi Beringin, Manado, Sabtu (08/07/2017).

Maria Walanda Maramis, yang bernama lengkap Maria Josephine Catherine Maramis, lahir di Kema, Minahasa (kini, Manahasa Utara) pada 1 Desember 1872. Wanita yang meninggal di usia 51 pada 22 April 1924 di Maumbi ini, bersama teman-temannya berhasil mendirikan organisasi PIKAT pada 8 Juli 1917 untuk mendidik kaum perempuan dalam berbagai bidang.

Menurut Menteri Johana, PIKAT telah menjadi bagian dari sejarah perjalanan bangsa ini. “Dan ibu Maria Walanda Maramis menjadi salah satu penggerak perjuangan kemerdekaan bangsa  Indonesia,” katanya.

Menteri Johana mengatakan, secara demografi laki-laki dan perempuan tidaklah jauh berbeda saat ini. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014, lanjutnya,  prosentase penduduk laki- laki 50,25 persen dan perempuan 49, 75 persen.

Meskipun hampir seimbang, menurutnya, kualitas hidup  perempuan masih lebih rendah dari laki-laki. Lebih diperparah lagi, kasus kekerasan yang menimpa perempuan masih sangat tinggi.

Berangkat dari fakta -fakta itu, sebagai salah satu struktur organisasi pemerintah yang memiliki fungsi pemberdayaan dan perlindungan bagi perempuan dan anak, maka mulai tahun 2016, Menteri P3A mencanangkan Three Ends atau Tiga Akhiri. “Yaitu, Akhiri kekerasan perempuan dan anak, Akhiri perdagangan manusia dan Akhiri akses ekonomi terhadap perempuan,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, pemerintah telah berupaya mensejahterahkan perempuan dan anak tetapi tidak dapat bekerja sendiri namun harus bermitra dengan seluruh elemen masyarakat.

Menteri Johana pun mengapresiasi peranan PIKAT dalam menunjang program pemerintah pusat untuk memberdayakan perempuan dan melindungi anak di Indonesia.

“PIKAT telah banyak membantu pemerintah. Kami juga membantu PIKAT untuk mensukseskan program kementerian,” ujarnya

Terpantau hadir pada perayaan 100 tahun PIKAT yang diawali Rakernas di salahsatu hotel berbintang di Manado selang 6—8 Juli 2017 tersebut, antara lain, Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw,  Assisten 1 Bidang Pemerintahan Jhon Palandung Sulut , Kaban Litbang Sulut Jemmy Lampus dan Pengurus PIKAT Kabupaten Kota se Sulut.

Penulis/Editor : Herly Umbas