Ratusan Mahasiswa UKIT Kembali Gelar Demo di Kantor Sinode GMIM
Mahasiswa UKIT Yayasan Ds Wenas menggelar demo

Ratusan Mahasiswa UKIT Kembali Gelar Demo di Kantor Sinode GMIM

Tomohon, Fajarmanado.com – Ratusan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) Yayasan Ds AZR Wenas kembali melakukan demo di Kantor Sinode GMIM, Rabu (05/07/2017). Dari hasil pantauan Fajarmanado.com di jalan depan Kantor Sinode terlihat para mahasiswa datang sambil membawa panji-panji universitas dan spanduk yang ditulisi tuntutan para pengunjuk rasa untuk para petinggi Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS).

Salah satu mahasiswa Fakultas Teologia yang juga selaku Sekjen BEM UKIT Valdo Woruntu dalam menyuarakan aksinya menyatakan beberapa tuntutan mahasiswa untuk BPMS GMIM yang dinilai melakukan berbagai kecurangan dalam dunia pendidikan kampus UKIT.

Mahasiswa menyatakan mereka tetap mendukung Yopie AT Pangemanan Spd MM sebagai Rektor Universitas Kristen Indonesia Tomohon yang sah sampai tahun 2019 sesuai aturan yang berlaku. Mereka juga menuntut BPMS Sinode GMIM agar tidak berpolemik dan menjadi bagian dalam permasalahan yang ditimbulkan oleh Badan Pengurus Yayasan GMIM Ds AZR Wenas di lingkungan Universitas Kristen Indonesia Tomohon yang seenaknya mengganti Rektor UKIT tanpa melihat aturan hukum, dan menyalahgunakan wewenang.

Sebagaimana diketahui, posisi Yopie Pangemanan, telah digantikan oleh Rektor UKIT Yayasan AZR Wenas yang baru, yaitu Dr Sandra Korua. Di sisi lain, masalah UKIT juga telah terpecah menjadi dua lembaga pendidikan tinggi, karena UKIT YPTK (Yayasan Perguruan Tinggi Kristen) GMIM tetap berdiri, dengan Rektornya Pdr Dr Richard AD Siwu, PhD.

Dalam orasinya Woruntu memaparkan dengan permasalahan yang ditimbulkan oleh para petinggi GMIM telah membuat mahasiswa UKIT kesulitan dalam menyelesaikan segala urusan kampus. “Kami adalah mahasiswa, tolong jangan persulit kami hanya karena permasalahan dan kecurangan yang kalian ciptakan,” pungkas Woruntu saat melakukan orasi.

Beberapa mahasiswa setelah ditemui juga mengatakan hal yang sama, dan berharap berbagai polemik yang terjadi saat ini bisa terselesaikan agar mereka bisa menjalankan aktifitas perkuliaan dengan baik seperti aktifitas KKN, skripsi dan lain sebagainya. Aksi ini dilakukan mahasiswa sejak pukul 13:00 hingga pukul 17:00 dengan berlangsung aman.

Namun sangat disayangkan, tidak ada satupun pimpinan atau anggota Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) yang mau menerima mereka. Bahkan ketika para wartawan datang mencari pimpinan BPMS, diberi informasi bahwa semua BPMS tidak berada di kantor sinode.

Wakapolres Tomohon Kompol Made Palguna mengatakan dalam pengamanan ini diturunkan sekitar 120 aparat kepolisian dari Polres dan polsek Tomohon serta bantuan personil Polda Sulut.

Penulis : Prokla

Editor    : Jeffry Th. Pay