Amurang, Fajarmanado.com – Ribuan jemaat, termasuk Pendeta, Guru Agama, Penatua dan Syamas se Sinode GMIM menjejali Lapangan Opa Mangindaan di Kelurahan Pondang, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Senin (12/6/2017).
Kehadiran warga GMIM yang juga datang dari Manado, Bitung, Tomohon, Minahasa, Minahasa Utara dan Minahasa Tenggara ini, menghadiri ibadah akbar memperingati HUT ke-186 Pekabaran Injil (PI) dan Pendidikan Kristen GMIM tahun 2017.
Di warnai guyuran hujan, ibadah yang berlangsung khusyuk dan hikmah siang tadi, dipimpin oleh Ketua BPMS GMIM Pdt Dr HWB Sumakul. Tampak ikut hadir, antara lain, Ketua Komisi P/KB Sinode GMIM Pnt Ir Stefanus BAN Liow, yang juga senator DPD RI utusan Sulawesi Utara (Sulut) ini, Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu, SE dan Wakil Bupati Franky D Wongkar, SH dan staf ahli Gubernur Sulut Dra Linda Watania.
Bupati Christiany Eugenia Paruntu, yang juga Ketua Umum Panitia HUT ke-186 PI dan PK GMIM dalam sambutannya mengatakan, segenap warga GMIM patut mensyukuri peristiwa 186 tahun lalu di mana pendidikan dan pekabaran injil masuk di Minahasa.
Peristiwa itu, ditandai dengan kedatangan dua penginjil Jerman di tanah Toar Lumimuut ini. “Yaitu, Johann Friederich Riedel dan Johann Gottlieb Schwarz tepatnya tanggal 12 Juni 1831,’’ ungkap Tetty, sapaan akrab Bupati Minsel ini.
Ia mengatakan, kedatangan penginjil Jerman di tanah Minahasa itu tak lain untuk mengajarkan kepada seluruh masyarakat di wilayah ini tentang bagaimana hidup benar di dalam terang Firman Tuhan.
Tetty juga mengungkapkan kebanggaannya atas kepercayaan yang telah diberikan sebagai tuan rumah penyelenggaraan perayaan Hari Ulang Tahun ke-186 Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen GMIM tahun 2017.
Ia pun berharap sekiranya seluruh rangkaian kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan membawa nilai positif bagi pertumbuhan Iman Jemaat dan perkembangan GMIM.
Tetty juga mengatakan, sebagai warga GMIM, kita memiliki kewajiban moral untuk meneruskan semangat juang Riedel dan Schwarz sehingga kebenaran Tuhan dapat dirasakan semua orang dan kabar keselamatan Kristus dapat disaksikan terus dari generasi ke generasi.
‘’Kita semua memahami bahwa Kristen adalah sebuah hubungan antara manusia kepada penciptanya serta kepada sesama manusia. Hubungan kasih tanpa syarat, yang harus selalu dipelihara dan menjadi karakter manusia itu sendiri,” paparnya.
Karena itulah, lanjut Tetty, Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen tidak dapat berhenti. Misalnya, hanya sampai ketika seseorang mengaku percaya kepada Kristus dan dibabtis. “Tapi lebih dari itu harus terus dilanjutkan dalam bentuk persekutuan (Koinonia), Kesaksian (Marturia) dan Pelayanan (Diakonia),’’ ungkap wanita yang selalu tampil simpatik ini.
Ia juga menambahkan, sebagai pribadi-pribadi yang telah menerima Tuhan, kita perlu memiliki kekudusan, ketahanan atas tekanan, kesabaran dan ketekunan Iman yang diwujudnyatakan dalam perilaku dan tutur kata yang penuh kasih.
“Selain itu, kita pun perlu terus berbenah dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Tetty mengajak pula semua pihak untuk bekerjasama mengembangkan pendidikan yang berdaya juang dan berpadanan dengan Injil, baik secara intelektual, spiritual dan emosional yang terkelola dengan baik, demi kemuliaan nama Tuhan.
Menurut Tetty, warga GMIM patut bersyukur dan berbangga karena peranan GMIM dalam pendidikan dan kesehatan selama ini telah nyata dirasakan oleh masyarakat melalui keberadaan sekolah-sekolah dan berbagai fasilitas kesehatan.
“Namun dengan bertambahnya jumlah penduduk dan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, maka hendaknya juga diikuti dengan semakin meningkatnya kualitas dan kuantitas berbagai fasilitas pendidikan dan kesehatan tersebut,” katanya.
Untuk itu, ia juga mengajak seluruh warga GMIM agar dapat turut berpartisipasi dalam pengembangan Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen. “Kita semua tentu akan sangat bangga dengan melihat prestasi pendidikan dan pelayanan kesehatan GMIM dapat semakin maju,” papar Tetty.
Perayaan HUT Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen tahun 2017 ini, mengangkat tema dari Mazmur 71 ayat 20 b, yaitu; “Tuhan mengangkat kita dari Samudera Raya” dan sub tema; “Berjalan bersama Mewujudkan Gereja yang Misioner dengan Memberdayakan warga Jemaat yang dewasa dalam memahami dan memberlakukan Firman, demi tercapainya masyarakat Indonesia yang berpendidikan, berkeadaban, berbudaya, rukun dan damai, adil serta demokratis.
Penulis : Andries Pattyranie
Editor : Herly Umbas

