Amurang, Fajarmanado.com – Satuan Lalulintas (Satlantas) dan Dinas Pehubungan (Dishub) Minahasa Selatan (Minsel) dinilai tak punya taring. Operasi penertiban terminal bayangan (Terbayang) dan taksi gelap di pusat Kota Amurang belum juga menunjukkan hasil maksimal.
Sampai sore tadi, aktivitas mobil angkutan umum, baik taksi gelap maupun antar kecamatan dan antar kota masih juga terlihat di beberapa titik Terbayang. Seperti biasanya, para sopir tetap terlihat leluasa menunggu dan menaikkan penumpang di luar terminal.
Padahal, sesuai instruksi lisan Wakil Bupati (Wabup) Franky D Wongkar pada Jumat (02/06/2017) lalu, tim gabungan Satlantas Polres dan Dishub terlihat sudah turun ke jalan dan menemui para sopir yang memangkalkan mobilnya di lokasi-lokasi Terbayang yang tersebar di pusat Kota Amurang dan sekitarnya mulai Senin (05/06/2017) lalu.
Tim gabungan selang tiga hari terakhir tersebut dipimpin langsung Kasat Lantas AKP Ferdinand Runtu dan Plt Kadishubl Verra Y Lasut. “Memang untuk menertibkan terminal bayangan tak semuda membalikkan telapak tangan,” katanya ketika dikonfirmasi Fajarmanado.com di ruang kerjanya, Rabu (07/06/2017), siang tadi.
Lasut mengatakan, program penertiban Terbayang dan taksi gelap tersebut dilakukan secara bertahap, diawali dengan sosialisasi. Ia mengaku pihaknya tidak mau langsung bertindak tegas tapi diawali dengan sosialisasi secara langsung di lapangan agar semua sopir angkutan umum mengetahui program tersebut.
Ia juga tidak menampik jika penertiban Terbayang dan taksi gelap di Kota Amurang itu merupakan kesepakatan yang dicetuskan bersama pengurus Organda, perwakilan sopir, Dishub, Satlantas Polres di depan Bupati Christiany Eugenia Paruntu dan Wabup Franky Wongkar.
“Itu memang sudah menjadi keputusan bersama, tapi kami harus mensosialisasikannya kembali kepada para sopir sebelum memberikan sanksi tegas. Jadi kami masih memberikan kelonggaran kepada mereka,” ujar Lasut.
Yang pasti, katanya, setelah tahapan sosialisasi, semua kendaraan angkutan umum harus menunggu dan menaikkan penumpang di kawasan terminal. “Tidak ada lagi yang dibiarkan memuat penumpang di luar terminal. Jika kedapatan, kami akan mencabut izin trayek,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Organda Minsel, Johny Lumowa mengaku heran dengan sikap lunak Dishub dan Satlantas karena keputusan tersebut telah disepakati pada pertemuan pekan lalu.
“Tapi sebagai pengurus Organda, saya harus salut dengan sikap itu. Sosialisasi di lapangan memang perlu dilakukan karena tidak semua sopir yang hadir pada pertemuan waktu lalu,” ujarnya.
Penulis : Andries Pattyranie
Editor : Herly Umbas

