Amurang, Fajarmanado.com – Para calon kepala sekolah (Kepsek) SMA dan sederajat di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mengaku harap-harat cemas (H2C) menunggu hasil assessment yang dilakukan Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dalam sepekan terakhir.
Para peserta assessment calon Kepsek ini mengharapkan Dikda Sulut memberikan nilai murni tanpa unsur lain, terutana nepotisme dan kolusi.
“Lihatnya hasil murninya agar manajemen sekolah dapat ditangani sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” ujar peserta assessment Kepsek SMA sederajat Minsel kepada Fajarmanado.com di Amurang.
Ia mengaku pasrah bila dinilai tidak memenuhi syarat sebagai seorang manajer sekolah. “Kepala sekolah bagi saya adalah manager, yang mampu memanej organisasi dan keuangan sekolah dengan baik demi untuk meningkatkan kwalitas pendidikan dan lulusannya,” katanya, senada dengan peserta lainnya.
Mereka mengaku pasrah jika dinilai tidak layak karena peserta lain yang lebih memenuhi syarat. “Kalaupun saya tidak dipakai lagi, saya pasrah dan percaya bahwa masih ada orang lain yang lebih layak dan memenuhi syarat,” kata Kepsek di salahsatu sekolah lanjutan atas ini.
Mereka juga mengakui bila saat ini SMA sederajat telah beralih dari pemerintah kabupaten dan kota kepada Pemprov di semua wilayah tanah air. “Kalau sebelumnya dominan ditentukan bupati atau wali kota, saat beralih ke pemprov diharapkan benar-benar kwalitas yang menjadi tolok ukur dan penentu,” papar sumber.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Dikda SulutAsiano Gamy Kawatu, SE MSi membenarkan bahwa ratusan calon kepala sekolah tingkat SMA/SMK se-Sulut telah selesai mengikuti test assessment di Kantor Gubernur.
‘’Ya, termasuk calon kepala sekolah SMA/SMK di wilayah Kabupaten Minsel dan Mitra diwajibkan mengikutinya. Ya, saya dengar banyak calon kepsek mengalami H2C. Itu adalah hal biasa dan harus diterima semua calon. Artinya, soal penentuan itu juga akan dilakukan sesuai mekanismenya dan kwalitas mereka sendiri menjadi penentu,” paparnya.
Kepala Cabang Dikda Minsel dan Mitra Drs Edward Sibuea, MPd menjelaskan kegiatan test assessment merupakan tanggungjawab Diida Sulut.
“Kami hanya bawahan, yang bertugas memonitor kinerja para Kepsek. Soal assessment test, itu menjadi tanggungjawab atasan. Kita lihat saja, apakah orang lama atau orang baru yang akan menjadi kepala sekolah, itu semua tergantung hasil tes, bukan faktor lain,” tandas Sibuea.
(andries)

