Jalan Antara Mokobang-Tambelang Belum Bisa Dilewati?
Kondisi jalan antara Desa Mokobang-Desa Tambelang masih tertutup tanah longsong dan pohon besar dijalan Trans Amurang-Modoinding. Akibatnya, kendaraan roda empat belum bisa melewati, kecuali kendaraan roda dua. (Foto: Andries)

Akibat Longsor, Jalan Mokobang-Tambelang Tak Berfungsi

Modoinding, Fajarmanado.com – Pasca tanah longsor Selasa (30/5/2017), ruas jalan penghubung Desa Mokobang Kecamatan Modoinding dan Desa Tambelang Kecamatan Maesaan, Minahasa Selatan (Minsel) belum juga bisa berfungsi normal.

Usaha bersama masyarakat dan pemerintah ke dua desa melakukan kerja bakti pembersihan material longsor, belum juga bisa membuka jalan untuk bisa diakses kemdaraan bermotor roda empat ke atas.

“Yang bisa lewat baru (sepeda) motor. Mobil belum boleh samasekali,” kata Camat Maesaan Drs Joy Tangkere, M.Pd saat dikonfirmasi Fajarmanado.com, Rabu (31/05/2017).

Keberadaan itu, lanjut dia, semakin tidak memungkinkan karena hujan yang mengguyur belakangan ini menyebabkan kondisi jalan becek sehingga berpotensi terjadi kecelakaan bagi kendaraan bermotor yang melintas.

“Jadi saat ini, jalan antara Mokobang-Tambelang belum bisa berfungsi normal. Warga ke dua desa (Mokobang dan Tambelang, red) sudah turun bersama pemerintah desa untuk melaksanakan kerja bakti tetapi belum memungkinkan untuk dilewati oleh kendaraan besar,” ungkap Camat Tangkere.

Ia mengatakan, masalah tersebut sudah disampaikan kepada Dinas PUPR  dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minsel.

“Semoga saja alat berat dari Pemkab segera tiba dan membersihkan sisa tanah longsor yang ada sehingga sudah dapat dilintasi dari Amurang dan Modoinding yang sampai sekarang terpaksa harus memutar ikut Kabupaten Bolmong,” paparnya.

Camat Modoinding Harits Lokas, SE juga mengungkapkan hal senada. Ia pun berharap Pemkab segera menurunkan alat berat untuk menuntaskan pembersihan material longsor.

“Solusinya tinggal menunggu peran alat berat karena sisa material longsor butuh waktu yang lama dibersihkan secara manual,” ujarnya.

Sementara Kepala BPBD Minsel Handry Komaling, SH dikonfirmasi mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk mengerahkan alat berat yang diperlukan membersihkan sisa material longsor di ruas jalan tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Minsel, karena kami tidak punya alat berat yang dibutuhkan untuk itu. Jadi saya minta masyarakat bersabar, semoga bisa diatasi secepatnya,” kata Komaling.

(andries)