Amurang, Fajarmanado.com – Kwalitas pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di 17 Kecamatan se-Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dinilai menurun akhir-akhir ini. Para dokter dan paramedis dianggap tidak bekerja maksimal. Diduga keras karena operasional Puskesmas tidak didukung lagi dengan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) sejak triwulan ke-4 tahun 2016.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Minsel, dr Ternie Paruntu tak menampik hal tersebut. “Kami memang mendapat banyak keluhan dari masyarakat soal pelayanan dokter dan staf di semua Puskesmas di daerah ini. Itu terjadi, karena jujur saja, mereka malas bekerja lantarantidak didukung lagi dengan dana BOK,” katanya ketika dikonfirmasi Fajarmanado.com di Amurang, baru-baru ini.
Ia mengakui pula bahwa dana BOK tersebut belum diproses pencairannya oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Minsel. “Sudah berkali-kali kami sampaikan dan mintakan kepada BPKAD, baik melalui rapat maupun pertemuan khusus supaya BOK Puskesmas supaya secepatnya dibayarkan tapi belum juga ada realisasi sampai sekarang,” ungkap Paruntu.
Ia mengatakan, dana BOK sangat dibutuhkan untuk pengadaan obat-obatan untuk mendukung operasional Puskesmas. Tak heran, banyak masyarakat yang berobat di Puskesmas mengeluh karena harus membeli obat sendiri di apotik-apotik.
Untuk itulah, Paruntu mengharapkan agar BPKAD Minsel segera memproses dan mencairkan dana BOK Puskesmas secepatnya agar pelayanan Puskesmas akan maksimal kembali sesuai dengan harapan masyarakat.
Senada dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan Minsel, dr Erwin Shcouten. Ia membenarkan bila permasalahan tersebut telah berkali-kali disampaikan kepada pihak terkait, termasuk kepada Sekda Drs Danny Rindengan. “Tapi sampai sekarang, belum juga bisa dicairkan, termasuk dana (BOK) triwulan ke 4 tahun lalu,” ungkapnya.
(andries)

