Amurang, Fajarmanado.com – Warga Amurang dan Minahasa Selatan bertanya-tanya, kenapa kapal PT Pelni tak lagi sandar di Pelabuhan Umum Amurang? Awalnya, KM Doro Londa dan KM Labobar sempat sandar di Pelabuhan Umum Amurang. Tetapi, mulai akhir Desember 2016 KM Labobar tak lagi bisa sandar di Amurang. Padahal, warga Amurang khususnya dan Minsel umumnya sangat merindukan kapal milik PT Pelni (Persero) sandar atau mengangkut dan menunrunkan penumpang melalui Pelabuhan Amurang.
‘’Ya, Pelabuhan Umum Amurang sudah dibangun Pemerintah Pusat melalui loby Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE. Bahkan, tidak sedikit anggaran pemerintah pusat dan melalui APBD Kabupaten Minsel. Tetapi, kenapa hingga saat ini tak lagi bisa kapal milik PT Pelni sandar di Pelabuhan Amurang,’’tanya Aldrien Rudy Dorandt, warga Amurang, Kamis (18/5/2017).
Menurut Aldrien, kerinduan warga Amurang dan Minsel sangat besar sekali. Namun demikian, tak bisa berbuat banyak usulan warga untuk ditindaklanjuti pemerintah pusat.
‘’Apakah, setelah dibangun dengan miliaran rupiah, kemudian Pelabuhan Amurang bakal menjadi kenangan saja. Lihat saja, hanya kapal kecil antar pulau yang sandar di Pelabuhan Amurang yang menjadi kebanggaan orang Amurang dan Minsel. Tapi, ternyata lagi, Syahbandar Amurang sepertinya tidak transparan dengan kapal-kapal kecil yang masuk,’’katanya.
Menurutnya, informasi yang dirangkum bahwa pemerintah pusat sedang membangun Pelabuhan lebih besar di Kecamatan Lolak, yang tak lain adalah Ibukota Kabupaten Bolmong. ‘’Bila benar hal diatas, maka Pemerintah Pusat atau Syahbandar Amurang harus menjelaskannya. Sebab, pelabuhan Amurang yang pastinya akan menjadi kenangan bagi warga Amurang dan Minsel secara umum,’’tegasnya.
Diakuinya, bahwa perjuangan bupati Tetty Paruntu tak pernah berhenti untuk mendatangkan kapal lain. Tapi, informasinya PT Pelni belum bisa menanggapinya, karena biayanya terlalu besar. Tetapi, seorang bupati CEP tetap akan memperjuangkan, walau hanya kapal penyeberangan bisa sandar di Pelabuhan Amurang.
Plh Kepala Syahbandar Pelabuhan Amurang Max Poluakan menyebut pelabuhan Amurang masih ada kapal. ‘’Maksudnya, kapal kecil pun tetap sandar di pelabuhan Amurang. Soal kenapa kapal seperti KM Doro Londa atau KM Labobar tak lagi sandar di Pelabuhan Amurang, itu karena PT Pelni menilai pelabuhan Amurang terlalu kecil. Ya, Pelabuhan Amurang masih kecil. Akibatnnya, kapal besar belum bisa leluasa sandar disini. Namun, bila pemerintah Minsel dan pusat mengganggarkan lagi, maka dipastikan kapal besar akan kembali masuk,’’ungkap Poluakan.
Dari pantauan Fajarmanado.com di Pelabuhan Amurang hamper setiap hari terlihat sepi dari kapal. Kalau pun ada kapal masuk (sandar). Itu adalah kapal kecil dari antar pulau yang menurunkan bahan-bangan bangunan atau lainnya melalui Pelabuhan Amurang.
(andries)

