Bupati Minut Ingatkan Bantuan Pertanian Jangan Dijual
BUPATI Minut Vonnie Panambunan didampingi Wakil Bupati Joppi Lengkong saat menyerahkan bantuan pertanian secara simbolis ke Dinas Pertanian.(foto: udi)

Bupati Minut Ingatkan Bantuan Pertanian Jangan Dijual

Airmadidi, Fajarmanado.com — Bupati Minahasa Utara (Minut) Vonnie A Panambunan, Kamis (18/5/2017), mengingatkan kembali Dinas Pertanian Minut untuk menggunakan bantuan alat pertanian sebaik mungkin dan diberikan kepada kelompok tani yang betul-betul jelas.

“Kemarin (Rabu,red) kita sudah membagikan bantuan alat pertanian dari Kementerian Pertanian. Untuk itu, saya meminta kepada Dinas Pertanian agar mengawasi bantuan ini, supaya betul-betul digunakan oleh petani. Jangan sudah diberikan, malah dijual atau disewakan. Itu tidak boleh,” tegas Panambunan di Airmadidi.

Dijelaskan Panambunan, dari bantuan Kementerian Pertanian, masing-masing 5 unit traktor besar, 33 handtraktor, 2 alat panen jagung, 8 alat penanam padi serta 5 pompa air untuk memudahkan petani mengairi sawah. “Jadi keseluruhannya 48 alat bantuan yang diberikan. Jadi saya minta diawasi penggunaannya. Mengingat bantuan ini sangat penting menunjang program peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai (Pajela) sesuai dengan program pemerintah pusat. Meskipun bantuan ini didapat lewat proposal, namun saya harapkan agar kelompok tani yang mendapatkan bantuan ini bisa menjaga layaknya barang sendiri,” tutur Panambunan.

Ada beberapa alat pertanian, kata VAP, itu hanya bisa digunakan secara pinjam pakai. Untuk itu, kelompok tani yang sangat membutuhkan alat tersebut, kiranya bisa menghubungi Dinas Pertanian. “Meskipun hanya pinjam pakai, tapi juga harus dirawat. Saya minta pemberian bantuan ini jangan sampai pilih kasih,” terang Panambunan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Minut Ir Joseph Aliks mengatakan jika bantuan-bantuan tersebut akan sangat membantu mencapai program peningkatan produksi pertanian Minut dalam hal penyediaan tanaman Pajela. “Untuk produksi jagung Minut telah ditargetkan 50 ribu hektar dari pemerintah pusat. Kita harapkan itu bisa tercapai pada tahun ini,” katanya.

Aliks menambahkan, nantinya alat bantuan pertanian tersebut untuk sementara disimpan di kantor Dinas Pertanian. Untuk menghindari kecemburuan antar kelompok tani, maka sesuai petunjuk Bupati Minut semua alat tersebut hanya boleh pinjam pakai saja.

“Tentu kami laksanakan sesuai dengan petunjuk pimpinan, semua kelompok tani punya kesempatan untuk menggunakan alat-alat ini. Sehingga tidak menimbulkan cerita miring diantara para kelompok tani, apalagi ada kata pilih kasih,” tutup Aliks.

(udi)