Tataaran Kembali Dilanda Banjir, Masyarakat Tagih Janji Pemerintah
Edwin Pratasik

Tataaran Kembali Dilanda Banjir, Masyarakat Tagih Janji Pemerintah

Tondano, Fajarmanado.com – Pasca Diterpa banjir bandang pada bulan Februari 2017 silam, Rabu (17/5) hari ini, Kelurahan Tataaran Kecamatan Tondano Selatan kembali diserang bencana serupa akibat guyuran hujan.

Masyarakat pun menagih janji pemerintah yang sempat diumbar Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow (JWS) waktu Ia memantau lokasi bencana sehari pasca bencana Februari silam. Salah satu yang bersuara adalah Edwin Pratasik Spd, Sekretaris DPD Komite Nsional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Minahasa.

Tataaran Kembali Dilanda Banjir, Masyarakat Tagih Janji Pemerintah
PARAH : Tataaran kembali dilanda banjir akibat guyuran hujan.

Menurut Pratasik, penanganan bencana sifatnya darurat. Sehingga, pemerintah harus mencari jalan untuk menanganinya. Tidak hanya akan tunggu pengangaran tahun berikutnya atau Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) yang nanti akhir tahun.

“Mestinya pemerintah harus cerdas. Tidak hanya akan menunggu penganggaran berikutnya. Kan penanganan bencana sifatnya darurat. Karena kalau tidak segera ditangani, akibatnya kerugian akan lebih besar,” ujar Pratasik Rabu (17/5) tadi di Tataaran.

Lanjutnya, jangan nanti sudah menimbulkan korban jiwa baru pemerintah tergerak hati untuk segera merealisasikan janji-janji yang sempat diumbar JWS. “Kalau saya tidak salah, mungkin waktu JWS memantau lokasi bencana, beliau sempat menitikan air mata. Jangan sampai masyarkaat beranggapan kalau itu air mata buaya,” jelasnya.

Pratasik menguraikan, KNPI sudah beberapa kali membuat kajian tentang masalah utama penyebab banjir di Tataaran dan sekitarnya, bahkan sampai pada tawaran jalan keluar. Namun sampai saat ini tidak pernah digubris Pemerintah Kabupaten Minahasa.

“Yang kami minta adalah perhatian tegas dari pemerintah terkait alih fungsi lahan dan galian C yang semakin menjadi, galian C tanpa ijin serta reklamasi sawah menjadi pemukiman. Selain itu, pemerintah juga harus mempertegas tentang Rencana Detail Tata ruang Kabupaten (RDTK),” minta Pratasik sembari menambahkan kalau selain bencana banjir, hari ini juga terjadi longsor di jalur Tondano- Manado via Koka-Kembes tepatnya di dekat tempat pembuangas sampah.

Tataaran Kembali Dilanda Banjir, Masyarakat Tagih Janji Pemerintah
TERTUTUP : Jalur Tondano-Manado via Koka-Kembes yang tertutup longsor.

Kabag Humas Pemkab Minahasa Moudy Pangerapan mengatakan kalau begitu terjadi bencana, personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung menuju lokasi kejadian. “Di lokasi yang terjadi tanah longsor yang menyebabkan jalan tertutup, BPBD, pemerintah Kecamatan dan warga setempat bahu-membahu bekerja. Saat ini, Jalur Tondano-Manado via Koka-Kembes sudah bisa dilalui,” ujar Pangerapan.

(fis)