Manado, Fajarmanado.com – Kabar kedatangan Fahri Hamzah mendapat respon penolakkan dari Masyarakat Sulawesi Utara.
Ajakan aksi penolakkan terhadap kedatangan Wakil Ketua DPR-RI yang kontroversial ini di gaungkan melalui media sosial (medsos).
Dari jadwal kunjungan yang di peroleh Fajarmanado, Fahri Hamzah dan rombongan dijadwalkan mendarat di bandar udara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sabtu (13/05) pukul 11.00 Wita dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Makassar dan akan keluar melalui ruang Very Important People (VIP) bandara.
Menanggapi isu yang berkembang di masyarakat, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Drs, Steven Kandow memberikan klarifikasi kehadiran Fahri Hamzah melalui sejumlah wartawan.
“Fahri Hamza datang ke Sulut kapasitas sebagai Wakil Ketua DPR RI. Melakukan Tugas Kunjungan kerja di Sulut dan tak ada sangkut paut lain-lain diluar Kapasitas sebagai Wakil Ketua DPR-RI,” jelas Wagub, Jumat (12/05).
Fahri Hamzah murni datang kunjungan DPR-RI, katanya.
Wagub juga menghimbau, agar jangan ada aksi-aksi diluar.
“Agendanya sebagai wakil ketua DPR RI, acara berlangsung di ruang CJ Rantung Kantor Gubernur Sulut,” terang Wagub.
Namun, sempat beredar kabar, kedatangan Fahri Hamzah di dampingi oleh Sekjen Front Pembela Islam (FPI).
Menanggapi ini, mantan aktivis mahasiswa 98, Olden Kansil, SH ke Fajarmanado mengatakan, aksi yang akan di gelar besok adalah aksi damai.
“Besok aksi damai menolak kehadiran Fahri Hamzah di bumi Sulawesi Utara. Kita tidak akan izinkan dia menginjakkan kaki di Bumi Nyiur Melambai,” tegas Kansil.
Kami dan seluruh masyarakat Sulut akan hadir langsung di pintu VIP Bandara untuk menolak kehadiran Fahri, tambahnya.
Aktivis lainnya, Jull Takaliuang, melalui akun FB nya lebih menyoroti jadwal kegiatan Fahri pada pukul 20.30 Wita-22.00 Wita.
“Ada jadwal misterius, Wisata malam dan kumpul Senior-senior…. Siapakah Senior-senior itu?,” tulis aktivis lingkungan ini.
Sementara itu di akun medsos, Joice Worotikan, beredar ajakan bergabung bersama Aliansi Masyarakat Sulut Cinta NKRI untuk menolak kedatangan anggota DPR-RI yang dikenal Anti NKRI, Intoleran, dan tokoh perencana penggulingan Pemerintahan Sah Joko Widodo.
Fahri juga dikenal sebagai wakil rakyat yang pro Koruptor, dengan mengetuk palu Hak Angket KPK di DPR-RI.
Ajakan berkumpul di bandara Sam Ratulangi Manado, pada Sabtu (13/05), pukul 10.00 Wita.
Seruan ini menolak kehadiran Fahri Hamzah di bumi Nyiur Melambai, yang di katakan sebagai orang yang Anti NKRI dan Anti Pancasila.
Diketahui, kehadiran FH di bumi Nyiur Melambai untuk menghadiri kegiatan diskusi Publik yang digelar oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) wilayah Sulawesi Utara.
FH akan berada di Manado hingga Minggu, (14/05). Di Manado, salah satu orator aksi 411 di Jakarta ini, akan melakukan serangkaian kegiatan, diantaranya akan melakukan Visit Media ke kantor media cetak Jaringan Jawa Pos milik mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, yaitu harian Manado Pos dan Radar Manado.
Sebelumnya, FH dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE.
Selanjutnya, pukul 15.30 Wita-18.30 Wita, FH akan menghadiri kegiatan Diskusi Publik yang di selenggarakan oleh KA KAMMI dan KAMMI Sulawesi Utara yang di gelar di The Club and Cafe di Kawasan Mega Mas Manado.
FH dijadwalkan meninggalkan Manado pada Minggu (14/05) pagi.
Namun dari informasi yang beredar, yang belum diketahui sumber utamanya, besok akan ada aksi tandingan untuk mendukung kedatangan FH, yang digelar kelompok tertentu.
(mon)

