Sammy Sendow : Kepercayaan Harus Diemban Sepenuh Hati
Drs Sammy Sendow

Sammy Sendow : Kepercayaan Harus Diemban Sepenuh Hati

KEPERCAYAAN adalah tugas mulia yang harus diemban sepenuh hati. Puas tidak puas atau  suka tidak suka, ketika telah ‘diinobatkan’ mengemban amanah, harus dijalani dan dilaksanakan sepenuh hati apapun konsekwensinya.

Inilah prinsip dan sikap hidup yang konsisten dipertahankan oleh Drs Sammy Sendow,  aparatur sipil negara (ASN) golongan IVb di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) ini.

Vivi, sapaan familiar pria yang genap 51 tahun pada 18 Juni 2017 ini, dikenal sebagai sosok birokrat yang selalu tampil sederhana dan rada pendiam namun familiar. Tak heran kalau ayah satu anak ini, kini tengah menjalani 4 periode sebagai penatua di GMIM Efrata Sentrum Sonder, Minahasa.

Berkarir sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang kini dikenal dengan ASN di Minahasa pada awal dekade 1990-an, Sendow mengawalinya di Kantor Sosial dan Politik (Sospol) Minahasa. Berawal dari Kepala Seksi Pengamanan Politik, lalu Kasubbag Perencana Kesbangpol Minahasa.

Ketika Kabupaten Minsel berdiri pada tahun 2003, suami dari Jelty Ateng ini pun  ‘hijrah’ bekerja di daerah pemekaran ini. Dia pun dipercayakan sebagai Kasubbag Teknis pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) selang 6 tahun.

Di kabupaten yang kini dipimpin Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE ini, Sammy, sapaan akrabnya di kalangan ASN, mulai bekerja sebagai Kasubag Teknis KPU, kemudian Kabid Linmas Kesbang, lalu Kabid Hubungan Antar Lembaga Kesbang Minsel.

Sammy pun selanjutnya dipercayakan sebagai Sekretaris BPMPD Minsel. Empat tahun kemudian, dia dimutasikan di Dinas Kelautan, berturut-turut, sebagai, Kabid Sumber Daya Kelautan, Kabid Laut dan Kabid Pelayaran dan ASDP di Dishubkominfo Minsel sampai sekarang ini.

“Saat pindah dari satu badan atau dinas ke dinas lainnya, mulanya saya bingung mau bikin apa karena tidak sesuai dengan disiplin ilmu, wawasan dan kemampuan saya secara manusia,” ungkap Sammy.

Namun, dengan meyakini Tuhan tidak akan menguji umatNya sesuai batasan kemampuan sebagai manusia biasa, Sammy pun mengaku terus berusaha menjalankan setiap tugas yang diembankan kepadanya dengan sepenuh hati sambil memperdalam dan mengasah kemampuan diri.

“Saya bersyukur, semua berjalan dengan baik sesuai kehendak Tuhan yang memang saya yakini akan selalu indah pada waktuNya,” ujar pria yang kini tengah menjalani sisa tugas Wakil Ketua BPMJ GMIM Efrata Sentrum Sonder ini.

Kini, Sammy masuk dalam deretan 36 ASN yang tengah mengikuti assessment eselon II dari 12 jabatan di Minsel. Sesuai pengalaman karir birokratnya, dia mengikuti seleksi pada dua jabatan, yakni di Dinas Pembangunan Masyarakat Desa (PMD), yang sebelumnya BPMPD, dan Dinas Kelautan Kominfo.

“Wah, saya hanya pelengkap. Cuma cari pengalaman saja,” kata Sammy, yang juga dikenal sebagai salahsatu tokoh pejuang pembentukan Daerah Otonom Baru Minahasa Tengah (DOB Minteng) ini, merendah.

Sammy dikenal sebagai birokrat yang tidak ambisius mengejar jabatan selama karirnya. “Bagi saya, jabatan itu, apapun itu dan di posisi mana pun, adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggungjawab. Saya meyakini, jabatan adalah pemberian Tuhan melalui user maka harus dijalani sepenuh hati,” pungkas mantan Ketua KNPI Sonder ini.

(andries/herly)