Tondano, Fajarmanado.com – Belakangan ini, kritikan pedas dari beberapa kalangan sangat gencar ditujukan kepada pimpinan rektorat Universitas Negeri Manado (Unima).
Mahasiswa yang menuntut ilmu di Unima pun bertanya-tanya apakah yang disangkakan kepada Unima itu benar atau tidak. Seperti yang diungkapkan Mia Rondonuwu, mahasiswa asal Kawangkoan.
“Saya sempat membaca di media masa yang menulis tentang Unima. Saya lalu berpikir, apakah hal yang disangkakan itu benar atau tidak. Sebab, di media masa itu juga menulis sumber-sumber dan data yang tidak sembarangan,” ujar Rondonuwu.
Lain hanya yang diungkapkan Riano Roring. Ia mengatakan jiika Pihak Unima harus mengeluarkan pernyataan dan pembuktian jika memang yang disangkakan tersebut tidak benar. Dan hal tersebut harus dilakukan bukan hanya diam saja.
“Terkait yang saat ini ramai dibicarakan banyak pihak tentang dugaan-dugaan sejumlah kasus di Unima, harus dijawab pihak rektorat. Supaya masyarakat dan mahasiswa yang kuliah di tempat tersebut mengetahui kebenarannya,” ujar Roring.
Terpisah, pihak Unima melalui Kepala Humas Jonly Tendean mengatakan jika Unima sangat terbuka terhadap berbagai macam kritikan. Namun menurut Tendean, kritikan-kritikan tersebut harus disampaikan secara santun agar tidak menyinggung perasaan pihak-pihak tertentu.
“Unima sangat terbuka dengan kritikan. Jika kritikan itu positif dan membangun, bisa membawa kampus ini semakin maju. Tapi ingat, kritikan itu harus disampaikan secara santun agar mendapat tanggapan yang santun pula,” ujar Tendean.
Lanjunya, hal yang sama berlaku untuk tudingan. “Jika menuding, etikanya harus disertai bukti yang akurat. Jika tidak ada bukti lantas menuding, bisa dianggap hanya bualan,” tegasnya.
(fis)

