Saat itu, tak seorang pun berani memastikan siapa yang melepaskan tembakan. Namun beberapa saksi mata menyebutkan jika oknum Kapolsek Iptu SR, yang mengenakan pakaian preman berada di tengah kerumunan massa sambil memegang pistol.
“Bagaimana tidak melepaskan tembakan, dia sudah terancam, hendak diserang dan sudah berjarak dekat sekali sehingga tak ada jalan lain kecuali melepaskan tembakan,” ujar sumber anggota Polres Minahasa.
Mengenai sinyalemen ini, Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair, SIK tidak mau banyak berkomentar. Ketika ditemui kembali Rabu (26/04/2017) siang tadi, Kapolres mengakui jika hasil olah TKP dan pendalaman atas kasus ini telah disampaikan kepada keluarga korban.
“Saya dan tim dari Polda tadi pagi, sekitar jam 9 sudah bertemu dan menjelaskan hal itu kepada keluaga korban,” ujar Syamsubair sesaat turun dari mobil dinasnya, di Mapolres, Tondano, siang ini.
Disinggung soal dugaan tersangka pelaku oknum mantan Kapolsek berinisia Iptu SR, Kapolres bersikukuh menolak memberi keterangan. “Wah, itu menjadi kewenangan Polda (untuk memberi keterangan),” kelitnya.
Namun ia juga tidak menafikkan bila Iptu SR telah dicopot dari jabatan sebagai Kapolsek Langowan pasca penembakan tersebut dan bakal menghadapi sidang kode etik. “Tapi dia tetap bertugas,” ujarnya.
Peristiwa penembakan tersebut mendapat perhatian serius Polda Sulut. Selain menurunkan tim Inafis, Reskrim dan Bimas, Wakapolda Brigjen Pol Refdi Andri turun langsung dan berdialog dengan masyarakat dan pemerintah desa maupun kecamatan setempat pada Kamis, 6 April 2017.
Orang nomor dua di Polda Sulut ini pun berjanji akan mengusut tuntas peristiwa ini sampai mengungkap siapa pelaku dan akar masalahnya.
(fis/ely)

