Amurang, Fajarmanado.com – Peristiwa kebakaran rumah di Jaga 8 Desa Pinaling, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Selasa (24/04/2017), tadi malam menyisahkan duka dan kekesalan dalam benak Ny Julin Repi – Egeten dan anaknya, Frengky Repi. Pasalnya, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.30 Wita yang menyebabkan Hendrik Repi alias James (43) tewas terpanggang terlambat dipadamkan mobil pemadam kebakaran (Damkar).
Api yang merayap relatif lambat karena kebakaran terjadi di saat hujan deras tak bisa cepat dipadamkan karena mobil Damkar milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minsel sangat terlambat datang. Ketika tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), rumah korban kebakaran sudah dalam kondisi nyaris rata dengan tanah.
Frengky pun mempertanyakan kesiapan pesonil dan mobil Damkar yang terparkir di Kantor Sat Pol PP dan Damkar Minsel, yang jaraknya relatif pendek, hanya beberapa kilometer dengan TKP. ‘’Sebenarnya, walaupun kondisi cuaca hujan, mestinya mobil Damkar tetap siap dan personilnya lebih cekatan meluncur dan tiba bila ada kebakaran,” ketusnya.
Ia mengatakan, setidaknya ada 2 unit mobil Damkar yang parkir di Kantor Sat Pol PP dan Damkar Minsel, yang sebetulnya harus siaga bersama personilnya. “Tapi sayangnya, saat kejadian justru mobil damkar tak lebih setengah jam berada dan menyiram rumah kami yang terbakar. Itu pun saat rumah hampir rata dengan tanah dilalap api,” ujar Frengky.
Kepada Fajarmanado.com, Frengky menjelaskan rasa kecewanya Sat Pol PP dan Damkar Minsel yang tak cekatan dengan peristiwa kebakaran. Bayanngkan, jarak antara Desa Pinaling dengan Kantor Bupati Minsel berapa panjang?
‘’Namun, tetap sudah rata tanah dulu rumahnya. Baru mobil damkar tiba, jelas ini tak masuk akal. Herannya lagi, tak lebih dari setengah jam sudah habis airnya dan damkar tersebut kembali ke Kantor Bupati Minsel,’’tanyanya.
Dikatakan Frengky yang masih menatap kesedihan, lantaran adiknya ikut tewas dalam peristiwa kebakaran diatas. Juga membuat sedihnya, lantaran tak bisa menyelamatkan semua berkas-berkas penting, seperti semua isi rumah dan pakaian.
‘’Saat kejadian, saya hanya memakai kaos IOF Minsel. Karena memang, saat kejadian saya ditelpon keluarga dan menyebut rumahnya terbakar. Memang, saat kejadian saya berada di Sirkuit Turangga, Tumani, Kecamatan Tumpaan. Tapi, untung pula mama tercinta Ny Julin Egeten (75) masih bisa diselamatkan. Walau justru saat peristiwa, mama sudah tidur pulas,’’tegasnya.
Dengan demikian, menurut Frengky Repi, bahwa cara Sat Pol PP dan Damkar yang telah naik tingkat tersebut harus banyak belajar dari Kota Manado atau Kota Bitung. ‘’Maksudnya, agar bisa dilakukan pertolongan, pertama harus cepat tiba di TKP. Bukannya, justru datang sudah rata dengan tanah rumahnya. Jelas, kinerja diatas bobrok,’’urainya dengan sedih sambil menatap rumah yang habis dan meminta perhatian pemerintah desa, Pemkab Minsel karena belum ada bantuan sekecilpun.
(andries)

