Airmadidi, Fajarmanado.com — Kapolres Minut AKBP Eko Irianto SIK, Jumat (21/4/2017), mengingatkan untuk para orang tua di Minut agar terus melakukan pengawasan ekstra terhadap anak-anak mereka, terlebih yang masih dibawah umur. Hal ini dikarenakan, untuk wilayah Minut masuk dalam peningkatan kasus pencabulan anak.
“Yang mengherankan, kasus yang terjadi pelakunya orang yang masih keluarga dekat para korban. Entah itu dia itu paman atau om dari korban, dan ini menjadi atensi kami. Awalnya, kekerasan dan pelecehan seksual pada anak adalah perilaku pendekatan, terkait dengan seks yang tidak diinginkan, termasuk permintaan untuk melakukan seks, dan perilaku lainnya, baik secara verbal maupun fisik yang merujuk pada seks. menurut Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2002 adalah seseorang yang belum genap berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan,” tutur Irianto.
Dijelaskan Irianto, meningkatkanya kasus amoral tersebut terjadi selama bulan Februari sampai Maret 2017, untuk Minut sendiri di wilayah Sulut tertinggi kedua.
“Untuk itu sekali lagi saya meminta untuk terus mengawasi anak yang masih dalam pertumbuhan. Apalagi disaat ini, akses tayangan yang tidak layak nonton bagi mereka yang dibawah umur, sudah sangat mudah didapat melalui dunia maya atau internet dengan menggunakan smartphone.,” terang Irianto.
Dijelaskan Irianto, Jika sudah terjadi, maka korban kekerasan dan pelecehan seksual akan memberikan banyak dampak negatif yang dirasakan pada diri korban. “Itu diantaranya, dampak psikologis dalam hal ini mengalami trauma yang mendalam, selain itu stres yang dialami korban dapat menganggu fungsi dan perkembangan otaknya, kemudian menjadi faktor utama penularan Penyakit Menular Seksual (PMS), dan yang paling parah si korban sering dikucilkan dalam kehidupan sosial, sehingga korban pastinya butuh motivasi dan dukungan moral untuk bangkit lagi menjalani kehidupannya,” beber Irianto.
Selain itu menurut Irianto, penyebab lain adalah kurangnya pengawasan dari orangtua si anak. Kadang-kadang kan orangtua mempercayakan pengasuhan anak ke tetangga. Padahal tak jelas latar belakang si pengasuh.
“Kami sudah menyampaikan ke Bupati Vonnie A Panambunan tentang sosialisasi antisipasi pencabulan pada anak di bawah umur, itu mendapat sambutan baik dari ibu Bupati. Dan sekarang sudah berjalan sosialisasi dari BKSAUA dan Polres termasuk instansi terkait yang dilakukan ke sekolah-sekolah dan juga ke desa-desa,” tutup Irianto.
(udi)

