Manado, Fajarmanado.com – Petani Sulawesi Utara ( Sulut) tidak perlu kuatir menghadapi masa tanam dan pemeliharaan jelang panen. Selain didukung teknologi pascapanen dan peluang pemasaran, kebutuhan pupuk urea untuk daerah Nyiur Melambai mencapai 4.395 ton. Stok ini mampu memenuhi kebutuhan 1.300 ton setiap bulan di Sulut.
:Artinya, tiga bulan ke depan stok pupuk subsidi aman,” demikian dikatakan Superintendent Publikasi dan Dokumentasi Departemen Humas PT Pupuk Kaltim, Sugeng Suedi. “Stok urea di Sulut sangat aman untuk tiga bulan kedepan,” ujarnya kepada wartawan Sabtu (04/15/2017)
Disebutkanya, sampai bulan Maret 2017 telah terealisasi 1.466 ton dari alokasi yang ditetapkan sebesar 1.830 ton atau mencapai 80%. Sedangkan realisasi sejak 1 Januari hingga 30 Maret sebesar 5.864 ton dari alokasi sebesar 16.859 ton untuk tahun 2017.
Terkait kesiapan menghadapi musim tanam, Pupuk Kaltim telah menyediakan stok urea subsidi sebanyak 286.508 ton, sedangkan untuk stok NPK Subsidi sebanyak 25.610 ton. Mengingat, pencapaian produksi urea PT Pupuk Kaltim terus meningkat seiring dengan beroperasinya lima pabrik setelah dilakukan perbaikan tahunan.
“Realisasinya Pupuk Kaltim telah menjual 352.648 ton Urea Subsidi ke wilayah distribusi Pupuk Kaltim, yang meliputi pulau Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan sebagian Kalimantan. Sedangkan untuk NPK subsidi, Pupuk Kaltim telah menjual sebanyak 66.865 ton,” bebernya.
Ditegaskanya, dalam menjaga kebutuhan pupuk di daerah, pengadaan pupuk urea bersubsidi selain dari Bontang, Kalimantan Timur juga akan dipasok dari beberapa Distribution Center (DC) yang tersebar di Surabaya, Banyuwangi, Semarang dan Makassar. Hal ini untuk terus menjaga stok aman yang telah ditentukan oleh SK Menteri Pertanian (Mentan). Pada musim tanam saat ini, Pupuk Kaltim telah meningkatkan stok di daerah melebihi dari ketentuan yang berlaku.
Hal-hal antisipatif lainnya juga terus dilakukan Pupuk Kaltim dalam menghadapi musim tanam, seperti meningkatkan sistem monitoring stok dengan penggunaan aplikasi Distribution Planning Control System (DPCS) dan penjualan serta penambahaan kapasitas produksi melalui pengoperasian kelima pabrik Pupuk Kaltim, dengan rate maksimal.
Sedangkan langkah–langkah pengamanan distribusi pupuk bersubsidi, secara kontinyu juga dilakukan melalui koordinasi dengan Distributor, PPL, KP3, Dinas terkait, Pemerintah Daerah setempat serta membentuk Tim Posko Pengamanan Musim Tanam yang siap sedia 1 x 24 jam selama 7 hari dalam seminggu.
(ton)

