DBD Renggut 1 Nyawa di Minahasa
MJ Umboh

DBD Renggut 1 Nyawa di Minahasa

Tondano, Fajarmanado.com – Kebersihan lingkungan tidak boleh dipandang sebelah mata. Begitupun dengan tempat-tempat penampungan air yang sering dijadikan sarang nyamuk, harus rutin dibersihkan.

Terkait nyamuk penular penyakit demam berdarah (DBD), mereka tinggal dan berkembang biak di air bersih. Karena itu, janganlah lalai melakukan pembersihan. Di bulan keempat tahun berjalan ini, di Minahasa sudah ada satu korban meninggal dunia akibat terserang DBD. Informasi yang berhasil dihimpun wartawan, korban meninggal adalah warga Tondano Utara.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr MJ Umboh membenarkan peristiwa tersebut. “Benar sudah ada satu korban meninggal dunia akibat terserang DBD,” ujar Umboh.

Lanjutnya, atas peristiwa tersebut, pihaknya makin intens melakukan pencegahan agar masyarakat tidak terserang DBD. Meskipun menurutnya, daerah kita adalah daerah endemis DBD.

“Kita berada dalam wilayah tropis. Dan wilayah tropis adalah tempat tinggal nyamuk penular demam berdarah dan nyamuk-nyamuk lain. Yang bisa kita lakukan supaya tidak terserang penyakit tentu dengan cara membudayakan hidup sehat di lingkungan yang sehat,” jelas Umboh.

Umboh juga mengatakan kalau untuk membunuh bibit nyamuk, pihaknya menggunakan abate. Sementara untuk membunuh nyamuk dewasa, mereka melakukan foging. “Meskipun pemerintah berusaha sekuat tenaga menangani hal ini tapi tidak diimbangi denga usaha dan kesadaran masyarakat, hasilnya tidak akan maksimal. Karena itu, masyarakat harus mendukung dengan cara membudayakan pola hidup sehat,” tegasnya.

“Penularan virus DBD adalah dengan gigitan nyamuk. Kalau nyamuk menggigit penderita dan kemudian menggigit orang lain, itu bisa tertular. Apalagi daerah kita beriklim tropis yang memang sangat disukai nyamuk,” sambungnya.

(fis)