Manado, Fajarmanado.com-Masyarakat Manado kembali dibuat resah oleh aksi rampok yang berpeluang tindak kekerasan. Parahnya, kawanan rampok kini menargetkan warga yang baru saja selesai mengikuti ibadah dari Gereja.
Faktanya, Olfina Kumayas (42), ibu rumah tangga (IRT) warga lingkungan I, Kelurahan Pakowa, Kecamatan Wanea, rela jadi korban jambret usai pulang Gereja oleh dua pelaku tidak dikenalinya.
Tas tangan berisi Alkitab serta uang tunai Rp500 ribu milik korban pun dirampas, untung saja korban tidak mendapat tindak kekerasan atau terjatuh ketika tas miliknya ditarik paksa. Aksi biadab pelaku diketahui menggunakan sepeda motor besar berkenalpot racing.
Awal peristiwa, kejadian terjadi di ruas jalan Kelurahan Sario Kota Baru, Kecamatan Sario, tepatnya di depan Gereja Bethesda, Kamis (13/04/2017) malam, sekira pukul 23.00 wita, namun baru dilaporkan ke Polisi Jumat (14/04/2017) siang.
Ibu rumah tangga ini mengaku baru saja selesai mengikuti ibadah di Keluraham Teling, dan saat akan pulang ke rumah. Dari Teling korban menumpang di mobil rekannya, namun hanya turun di depan Gereja Bethesda Sario Kota Baru.
Mungkin sudah jadi target, ketika menunggu mikrolet menuju ke rumahnya, tidak disangkat tiba-tiba muncul dua pelaku memakai jaket warna hitam, mengendari sepeda motor besar berkenalpot racing, langsung merampas tas milik korban berisi uang tunai Rp500 ribu serta Alkitab. “Saya kaget melihat pelaku yang berbonceng menarik tas milik saya, dan mereka langsung melarikan diri,” ucap korban dihadapan Polisi.
Setelah berhasil merampas tas milik korban, kedua pelaku lari ke arah patung Samrat dan masuk ke jalan Siswa. “Saya melihat kedua pelaku lari ke arah jalan Siswa,” tambah korban.
Kasubag Humas Polresta Manado AKP Roly Sahelangi, membenarkan adanya laporan tersebut. “Laporan sudah diterima dan kasus ini sementara dalam pengembangan Polsek Sario,” ucap Sahelang.
Masyarakat pun mengecam akan tindakan biadab tersebut, mengingat warga yang baru pulang beribadah dari Gereja justru dijadikan target perampokan.
“Kami himbau untuk lebih waspada bagio jemaat yang pulang ke rumah dari ibadah. Bisa saja terjadi kekerasan jika aksi mereka gagal atau terjadi perlawanan dari korban dengan tarik menarik tas yang akan dirampak. Ini sangat berbahaya, dan masyarakat yang pulang Gereja menjadi resah karena takut menjadi korban. Hal ini harus diantisipasi aparat,” harap Deasy Mambo, Brigel Karundeng warga Manado.

