Kawangkoan, Fajarmanado.com – Sarana Pasar Kawangkoan, Minahasa, kini terus dilengkapi. Menyusul 186 lapak, 52 kios dan sarana penunjang lainnya, saat ini tengah dibangun 100 kios lainnya.
Hebatnya lagi, jika pembangunan 52 kios dan 186 lapak yang dibangun permanen dalam satu bangunan dibiayai dengan APBN 2016, maka pembangunan 100 kios ini dibiayai langsung oleh investor CV Inka. Nilainya pun mencapai sekitar Rp1,2 miliar.
“Kios-kios yang sementara didirikan itu dibangun oleh pihak swasta berdasarkan izin Pemkab Minahasa,” kata Kadis Perdagangan Minahasa Maudy N Lontaan, SSos kepada Fajarmanado.com di Tondano, Selasa (11/04), pagi tadi.
Persetujuan sewa lahan kosong di Pasar Kawangkoan tersebut diterbitkan Pemkab atas permohonan CV Inka melalui Dinas Pedagangan Minahasa pada 25 Januari 2017. Surat Nomor 090/11/09 itu ditandatangani 9 Februari 2017 oleh Sekkab Minahasa Jeffry R Korengkeng, SH, MSi.
Pada prinsipnya, surat persetujuan sewa tanah Pasar Kawangkoan itu memuat 6 poin. Intinya untuk pemanfaatan tanah kosong dalam rangka menunjang kebutuhan pedagang dalam rangka menunjang fungsi penggunaan barang sesuai ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.
“Kios-kios itu dibangun untuk memenuhi kebutuhan pedagang pasar setempat karena 168 lapak dan 52 kios yang baru dibangun belum mampu menampung semua pedagang yang ada,” ujar Lontaan didampingi Kepala Pasar Kawangkoan Johnly Rori.
Ratusan pedagang Pasar Kawangkoan kini masih menempati tenda-tenda darurat di sepanjang jalan sisi timur dan selatan, bahkan pekarangan rumah penduduk sekitar sebelum 7 los dan puluhan kios dibongkar pada awal Agustus 2016.
Di atas lahan eks 7 los dan puluhan kios itu kini telah berdiri satu bangunan permanen berisikan 168 lapak dan 52 kios yang melingkar di empat sisi. Lima bangunan lain berdiri terpisah di sebelah utaranya.

Selain jalan utama di bagian tengah, di sisi utara dan selatan bangunan yang menelan anggaran APBN sebesar Rp6,2 miliar tersebut tersisa lahan kosong. Di dua lokasi inilah kini tengah dibangun 100 unit kios semi permanen, 40 kios di sebelah selatan dan 60 kios di bagian utara.
“Supaya tidak terjadi polemik dan semua pedagang bisa tertampung, kami terpaksa menunggu kios-kios yang sementara dibangun ini selesai baru digunakan bersama-sama,” ungkap Rori.
Kios-kios yang tengah dibangun oleh CV Inka dikabarkan ditawarkan dengan harga berbeda kepada pedagang, Rp.11 juta dan Rp12 juta. “Yang 12 juta tentu lebih luas,” ujar Jemmy Watung, pengawas proyek CV Inka.
Pensiunan pegawai Dinas Pasar Minahasa ini mengatakan, penetapan harga jual kios ini berdasarkan perhitungan ongkos pembangunan dari konsultan RD Kaseger SST sesuai daftar kuantitas dan biaya. “Harga itu sudah termasuk biaya pengurusan izin hak penempatan,” ungkapnya.
Watung tidak menampik jika perhitungan harga ini terkesan besar di mata awam. “Pasti mereka tidak memperhitungkan biaya penataan lahan dan pembuatan fondasi,” ujar Watung. “Anda kan tahu sendiri keberadaan tanah kosong ini sebelumnya,” sambungnya.
Keberadaan lahan sisa dari lokasi pembangunan fasilitas modern di Pasar Kawangkoan 2016 sempat mendapat sorotan warga. Kontraktor PT Dayana Cipta hanya membiarkan lahan yang tak terpakai begitu saja, bergelombang tak beraturan. Para pedagang pun enggan menggunakannya.
Pantauan Fajarmanado.com, kini lahan tersebut telah tertata rapi. Rangka beratapkan seng bangunan kios-kios telah berdiri di atas fondasi beton. Para pekerja mulai memasuki tahap pekerjaan pembuatan dinding.
(ely)

