Liando: KPU dan Bawaslu Tidak Menggambarkan Nuansa NKRI
FERRY Liando menerima cenderamata dari Agung Budi Santoso, Ketua Tim Sosialisasi Renstra DPR RI Tahun 2015-2019, di Ruang CJ Rantung Kantor Gubernur Sulut

Liando: KPU dan Bawaslu Tidak Menggambarkan Nuansa NKRI

Manado, Fajarmanado.com – Dengan telah ditetapkannya Anggota KPU Pusat dan Bawaslu Pusat, mendapat tanggapan kritis dari pengamat politik DR Ferry Liando, dosen FISIP Unsrat Manado. “Melihat komposisi yang ada, baik KPU maupun Bawaslu tidak menunjukkan nuansa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Ferry Liando kepada Fajarmanado.com, Jumat (07/04/2017).

Pernyataannya ini berkaitan dengan tidak terakomodirnya dua calon anggota KPU dan Bawaslu asal Sulut, masing-masing Yessy Momongan, sebagai calon komisioner KPU dan Herwyn Malonda, calon komisioner Bawaslu.

Menurut Ferry Liando, kalau melihat alasan DPR RI yang melakukan fit and proper test, bahwa yang terpilih dilihat dari kualitas calon komisioner, hal itu bukan menjadi alasan utama. Karena mereka yang telah lolos seleksi semuanya pasti berkualitas. “Hal ini saya lihat DPR cenderung melihat pada kepentingan politik dan penilaian subyektif. Kalau saja melihat dalam wawasan NKRI, maka peluang calon dari berbagai daerah dan suku, bisa terwakili dalam komposisi KPU maupun Bawaslu,” tegasnya.

Pernyataan ini pun ia telah sampaikan dalam seminar Rencana Strategi (Renstra) DPR RI yang dilaksanakan di ruang CJ Rantung, kantor Gubernur Sulut. Dalam acara sosialisasi BURT (Badan Urusan Rumah Tangga) DPR RI yang juga dihadiri Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Ferry Liando mengatakan, seharusnya DPR RI menjadi perekat NKRI.

“Karena dalam lembaga DPR terdiri dari berbagai latar belakang agama, suku, golongan, dan kelompok lainnya di indonesia. Dan keberagaman itu juga mestinya tercermin dalam KPU dan Bawaslu,” ujar Ferry yang juga Ketua Senat FISIP Unsrat.

Ia mengungkapkan, dalam banyak pengalaman, seringkali proses politik di DPR RI terasa kental dengan kepentingan kelompok dan pribadi. “Akibatnya mereka yang seharusnya bisa terpilih, harus tersingkir oleh karena penilaian subyektif,” tambah Ferry lagi.

Sementara itu, Jessy Momongan dan Herwyn Malonda, menyatakan kebesaran hati mereka, ketika mereka belum terpilih. Meskipun keduanya bisa saja menjadi komisioner KPU dan Bawaslu bila ada PAW (pergantian antar waktu).

“Dengan besar hati saya menerima keputusan DPR RI ini, dan saya mengucapkan selamat kepada teman-teman yang terpilih sebagai komisioner Bawaslu yang baru,” ujar Herwyn Malonda, dalam akun facebooknya.

Jeffry Th. Pay