Pamit Ambil Pisang, Pria Parobaya Tak Bernyawa di Kebun
DIDUGA STROKE: Pria parobaya warga Kelurahan Woloan Dua, Kecamatan Tomohon Barat, yang teridentifikasi bernama Lusius Ngala ditemukan tak bernyawa di kebun. Dugaan awal, korban meninggal akibat penyakit stroke yang kembali menderanya. Foto: Humas Polres Tomohon.

Pamit Ambil Pisang, Pria Parobaya Tak Bernyawa di Kebun

Tomohon, Fajarmanado.com – Pamit mengambil pisang di kebun, pria parobaya Warga Kelurahan Woloan Dua, Kecamatan Tomohon Barat, ditemukan isterinya tak bernyawa di kebun.

Alce Pondaag, mengaku terkejut mendapat  Lusius Ngala, suaminya telah tergeletak meregang nyawa di kebun keluarga, di wilayah Woloan sekitar pukul 10.30 Wita, Rabu (29/03), siang tadi.

Dugaan awal, Lusius meninggal karena sesuatu penyakit. Pria warga Lingkungan 7, Kelurahan Woloan Dua ini, dikabarkan memiliki riwayat penyakit hipertensi dan stroke. “Dia sudah pernah kena stroke,” ungkap Alce.

Menurut pengakuan Alce, suaminya pamit ke kebun sekitar pukul 05:30 Wita, pagi tadi dengan alasan untuk mengambil pisang. Namun sampai menjelang makan siang, suaminya itu tak kunjung pulang. Alce pun menyusul dan menemukan suaminya telah tergeletak tak bernyawa di pondok kebun.

Melihat hal tersebut Alce langsung mencari bantuan dan melapor ke pihak berwajib. Begitu mendapat laporan, Satuan Reskrim Polres Tomohon Frelly Sumampow bersama anggota Polisi langsung melakukan identifikasi dan membawa jenazah ke rumahnya korban.

Berdalih riwayat penyakit korban, keluarganya mengaku pasrah sehingga meminta agar tidak usah dilakukan otopsi, dan hanya memanggil dokter dari Puskesmas untuk membuat surat penolakan otopsi.

Ppada tubuh korban yang mengenakan kaos oblong lengan pendek dan celana trainning  biru bergaris orange itu, tak ada tanda-tanda bekas kekerasan.

Kapolres Tomohon AKBP Monang Simanjuntak melalui Kasubag Humas Polres Tomohon Johny Kreysen mengatakan pihak kepolisian tetap akan berusaha menguak penyebat pasti kematian korban.

“Kami tetap akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban dengan meminta keterangan dari warga setempat,” ujar Kreysen.

(prokla)