Tangkal Radikalisme dan Intoleran, Kesbangpol Sulut Gelar Seminar Wawasan Kebangsaan
TANGKAL RADIKALISME : Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Propinsi Sulawesi Utara, Steven Liow saat membuka Seminar, Talk Show, Diskusi Peningkatan Wawasan Kebangsaan Bagi Generasi Muda, Siswa, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat se Provinsi Sulawesi Utara tahun 2017 di Ball Room Aryaduta Hotel, Senin (27/03) pagi hingga siang tadi. (Foto : simon/fajarmanado.com)

Tangkal Radikalisme dan Intoleran, Kesbangpol Sulut Gelar Seminar Wawasan Kebangsaan

“Jadilah contoh bagi generasi muda lainnya dalam hal aktualisasi cinta tanah air, jiwa nasionalisme, patriotisme, kedisiplinan, kerukunan serta terus bentengi diri terhadap pengaruh negatif Globalisasi,” ajaknya.

Kandouw juga mengajak peserta untuk memahami dan menjadi pelopor  dalam mengaktualisasikan 6 nilai wawasan kebangsaan, yang bersifat mendasar dan fundamental bagi kemanusiaan.

Ass Intel Kodam XIII Merdeka, Kol Inf H Eko M.O.K sebagai pembawa materi ke dua membawakan materi tentang Wawasan Nusantara. (Foto : simon/fajarmanado.com)

“Selain itu, saya juga mengharapkan agar peserta nantinya menjadi pelopor dalam mengaktualisasikan nilai 4 Pilar Kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan ke Bhinekatunggal Ika-an,” ajak Kandouw dalam akhir sambutannya.

Ass Intel Kodam XIII Merdeka, Kol Inf H Eko M.O.K sebagai pembawa materi ke dua membawakan materi tentang Wawasan Nusantara yang lebih menekankan tentang pentingnya arti persatuan dan toleransi antar sesama manusia untuk menangkal pengaruh radikalisme dan intoleransi.

Sementara itu Sekretaris Bankesbangpol Sulut, Drs Mesak Kombongkila MS sebagai pembawa materi terakhir lebih menekankan tentang kondisi toleransi dan persatuan yang telah berlangsung di bumi Nyiur Melambai.

Kepala Badan Kesbangpol Propinsi Sulut, Steven Liow kepada beberapa wartawan menjelaskan, tujuan dilaksanakannya acara ini lebih untuk memberikan pemahaman Pancasila yang mulai tergerus dari generasi muda Indonesia.

“Acara ini secara rutin kami selenggarakan, yang bertujuan untuk menangkal pengaruh radikalisme dan intoleransi yang semakin sering dihembuskan pihak-pihak yang tidak ingin bangsa ini tetap bersatu. Kami berikan kembali pemahaman tentang Pancasila bagi generasi muda yang mulai tergerus. Harapannya, agar generasi muda bangsa ini tidak mudah disusupi paham-paham radikalisme dan intoleran,” kunci Liow.

(mon)