Namun, lanjutnya dalam keadaan yang sulit JS mampu membalikkan keadaan dari tidak mungkin menjadi mungkin.
“Hasilnya waktu itu sangat mengejutkan, JS menang dengan selisih sekira sepuluh ribu suara dari pasangan yang diusung oleh partai Golkar, yang ketika itu petahana,” katanya.
Sementara itu,tokoh masyarakat Mitra Semuel Montolalu, SmHK mengatakan, di Pilkada 2018 mendatang agak sulit jika berharap kejutan seperti diukir pasangan JS-RK. Calon penantang, lanjutnya, harus berhitung cermat dan akurat. “Beda dengan Pilkada lalu, karena yang akan dilawan adalah incumbent yang sudah banyak berbuat sehingga cukup kuat dan sulit dikalahkan,” katanya.
Moontolalu mengatakan, ada segudang pengalaman serta kharisma yang melekat dalam diri sang petahana. Proses perjalanan karir politiknya hampir tidak dimiliki oleh politikus lain yang ada di Mitra.
Terpisah, JS dalam berbagai kesempatan menuturkan jika rakyat Mitra masih sangat menginginkannya melanjutkan pembangunan di daerah ini. “Masyarakat (Mitra) sangat menginginkan saya untuk maju di Pilkada nanti, maka saya akan maju kembali,” ujarnya.
Meski demikian, menanggapi peluang memenangkan kembali Pilkada, JS menyatakan menyerahkan semua itu kepada Tuhan. “Semua hasil yang saya capai selama ini hanya karena anugerah Tuhan,” katanya.
Selain atas restu Tuhan, katanya, juga berkat polesan tangan dingin Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Olly Dondokambey yang mampu mengubah konstelasi politik di Provinsi Sulut.
Sementara itu, sejumlah warga Mitra menyatakan puas dengan kepemimpinan JS selama ini.
“Saya mengapresiasi kepemimpinan JS. Pembangunan infrastruktur jalan di desa desa sampai ke perkebunan telah diaspal. Berbagai sarana publik dan ekonomi kerakyatan pun telah banyak yang dibangun,” ujar Dolfi Rogahang, warga Ratahan.
(geri/ely)

