Astaga..! Minut Kekurangan 66 Persen Vaksin Rabies
RABIES: Kabupaten Minut mengaku kekurangan vaksin Rabies karena yang tersedia hanya 34 persen dari populasi Anjing yang ada di daerah itu. Penyakit Anjing Gila ini juga bisa ditularkan melalui gigitan kucing, kelelewar dan kera. Foto: Ilustrasi/Ist.

Astaga..! Minut Kekurangan 66 Persen Vaksin Rabies

Airmadidi, Fajarmanado.com – Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kini kekurangan vaksin Rabies. Dibanding populasi anjing, dana yang teranggarkan hanya mampu memenuhi 34 persen dari kebutuhan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Minut, diwakili Arti Warokka mengungkapkan hal itu pada rapat Penguatan Peran SKPD Pengendalian Sonosis di Sulawesi Utara (Sulut) yang digelar Biro Kesra di Ruang Rapat F.J Tumbelaka Kantor Gubernur, Jalan 17 Agustus Manado, Rabu (22/3).

“Kami sangat mengharapkan bantuan pemerintah provinsi untuk memenuhi ketersediaan vaksin rabies di daerah kami, Minahasa Utara,” ujar Warokka.

Rabies adalah penyakit infeksi tingkat akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia melalui gigitan, misalnya, oleh anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar.

Warokka mengatakan, pihaknya telah menemukan beberapa kasus positif rabies saat ini. Angka ini kemungkinan besar bakal bertambah apabila tidak segera dilakukan vaksinasi rabies kepada semua anjing peliharaan masyarakat pada musim kemarau nanti.

“Beberapa kasus positif rabies. Anggaran vaksin sangat terbatas tidak seimbang anjing 40.000 ekor. Hanya anggaran 34 persen, tahun ini 2017 hanya 8000 dosis. Faksinator kami memadai tapi hambatannya di pengadaan vaksin masih kurang (66 persen),” paparnya.

Warokka mengusulkan pemberian bantuan kuota vaksin oleh Pemprov dilakukan berdasarkan populasi anjing. “Minut sendiri masuk ke dua terbesar di Sulut,” ungkap Warokka.

Rapat itu sendiri, dihadiri Plt Kadis Kesehatan Debie Kalalo, Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan Novly Wowiling, Kasubid Sonosis Kemenko PMK Rama Prima Syahti Fauzi, kepala dinas serta perwakilan pemerintah kabupaten dan kota.

(ton)