FPBS: Keberpihakan “JWS-Ivansa” dan “Emas” Diuji Peternak Babi
Sekkot Tomohon Harold Lolowang ketika menerima para pendemo dari Forum Peternak Babi Sulut

FPBS: Keberpihakan “JWS-Ivansa” dan “Emas” Diuji Peternak Babi

Tomohon, Fajarmanado.com – Keberpihakan pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow dan wakil Bupati Ivan Sarundajang (JWS-Ivansa) bersama Walikota Tomohon Jimmy Eman dan Sherly Sompotan (Emas), akan diuji apakah berjuang untuk nasib rakyat atau hanya menjadi kaki tangan para kapitalis.

Hal ini disampaikan Koordinator Forum Peternak Babi Sulut (FPBS) Donny Rumagit kepada Fajarmanado.com, Selasa (21/03), seusai mereka melakukan aksi damai di kantor Bupati Minahasa dan kantor Walikota Tomohon.

Meskipun mereka tidak diterima langsung oleh Bupati Minahasa Jantje Sajow dan Walikota Jimmy Eman, namun mereka berharap pemerintah di kedua daerah tersebut dapat memperhatikan nasib mereka.[irp]

“Kami memang kecewa tidak diterima langsung oleh penentu kebijakan. Namun aksi kami ini setidaknya dapat menyentuh hati para pemegang kekuasaan di daerah ini. Kalaupun tidak ada tindakan, kami akan terus melakukan perjuangan,” ujar Doni, seraya menambahkan, hari ini mereka berjuang untuk mengusir kapitalis, yaitu PT. Karya Prospek Satwa (KPS) yang telah memonopoli usaha ternak babi di Sulut.

Ratusan anggota Forum Peternak Babi Sulut yang didukung beberapa organisasi masyarakat, yaitu Majelis Adat Minahasa, Brigade Manguni Indonesia, Milisi Waraney, Laskar Manguni Indonesia dan Pemuda Pancasila melakukan aksi damai di depan kantor walikota Tomohon sekitar pukul 13.00 Wita.

Saat menyuarakan tuntutan, Donny Rumagit yang juga peternak dari Langowan mendesak pemerintah Kota Tomohon segera menutup PT Karya Prospek Satwa yang beroperasi di wilayah Tomohon. Para peternak babi ini menuding PT. KPS telah memonopoli perdagangan yang merugikan para peternak babi lokal di Sulut.[irp]

“Kami mendesak agar pemerintah Kota Tomohon segera menutup PT. KPS yang telah beternak dan menjual daging babi di pasar lokal Sulut. Mereka telah memonopoli pasar kami, karena itu kami tidak mau menjadi seperti peternak ayam, yang nantinya bermitra dengan perusahaan,” ujar Rumagit.

Tim negosiator FPBS, terdiri dari Donny Rumagit (Langowan), Jeffrey Pua (Sonder), Chris Luntungan (Tondano), Clance Teddy (GMNI), Oldy Pangkey (Milisi Waraney), diterima oleh Pemkot Tomohon, diwakili Sekkot Tomohon Ir.Harold Lolowang dan sejumlah pejabat terkait.

[irp]Di depan kantor Walikota Tomohon yang dikawal ketat aparat kepolisian dan satuan polisi pamong praja kota Tomohon, Sekkot Tomohon Lolowang mengatakan, Pemerintah Kota Tomohon sepakat pekan ini akan memanggil PT. KPS.[irp]

“Jika ditemukan adanya permasalahan maka Pemerintah Kota Tomohon akan menutup sementara perusahaan tersebut sampai regulasi dipenuhi sesuai aturan, untuk selanjutnya akan kita lihat perkembangannya,” ujar Lolowang.

Lolowang mengatakan, hari Jumat pekan ini pihak Pemkot Tomohon akan menindaklanjutinya dengan memanggil pihak KPS untuk meminta klarifikasi terkait tuntutan para peternak babi. “Jika ditemukan adanya permasalahan, maka aktifitas perusahaan akan ditutup sementara sambil menunggu apakah sudah sesuai regulasi yang diatur,” tuturnya lagi.

(Prokla)

Editor: jeffry th. pay