Demi Masa Depan Anak Bangsa, Guru Jadi Terdepan
SEMANGAT para guru di Minsel tetap tak pernah pudar untuk membangkitkan masa depan anak bangsa. Walau diakuinya, tunjangan profesi guru masih belum dibayar oleh Pemkab Minsel. Padahal, Pemerintah Pusat sudah mentransfer ke kas daerah. Siapa yang bertanggungjawab diatas. (Foto: Istimewa)

Demi Masa Depan Anak Bangsa, Guru Jadi Terdepan

Amurang, Fajarmanado.com – Demi masa depan anak bangsa, para guru menjadi terdepan. Hal diatas bukan hanya terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan. Tetapi, hampir semua daerah juga mengalaminya. Sebagai contoh, wajah pendidikan kita, demi masa depan anak bangsa. Para guru menjadi terdepan.

‘’Mirisnya, justru guru di Minahasa Selatan terkadang hak mereka guru (tunjangan profesi, red) ditahan realisasinya. Tapi, semangat para guru tak pernah diam. Apakah ini bagian dari loyalitas para guru Minsel terhadap atasannya,’’tanya Drs Roby Sangkoy, MPd, pemerhati pendidikan Minsel yang juga anggota DPRD Minsel.

Menurut Sangkoy,  sebagai bukti: Tahun 2014 masih ada sisa tunjangan profesi guru sebesar Rp 20 miliar. Tahun 2015, juga terjadi sisa tunjangan profesi guru sebesar Rp 28 miliar. Demikian pula tahun 2016, ternyata masih ada terjadi sisa tunjangan profesi guru. Tapi, angka diatas belum jelas berapa besar.

‘’Namun, kata Sangkoy belum pastinya berapa besar angka tunjangan profesi guru tahun 2016 yanng harus dibayar Pemkab Minsel. Karena saat ini, BPK RI Perwakilan Sulut sementara melaksanakan pemeriksaan di Pemkab Minsel. Tapi, katanya hal diatas jangan dibiarkan tanpa dasar,’’ujarnya bertanya.

Memang, baginya saja merasa terpukul karena ikut memperjuangkan nasib para guru di Minsel bertahun-tahun lamanya. Namun, apa mau dikata. Nasib sudah jadi bubur atau hal diatas dibuat untuk kepentingan orang.

‘’Memprihatinkan memang. Kinerja Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Minsel, Denny Kaawoan, SE MSi yang hingga kini diam dengan masalah diatas. Dimana tanggungjawab anda sebagai pengelola keuangan daerah. Ingat, kalangan profesi guru khusus tingkatan SMA/SMK sudah ditarik ke Pemprov. Tapi, hutangnya tetap harus dibayar Pemkab Minsel,’’tegas Sangkoy bernada keras dalam status media social (Medsos).

(andries)