10 DPD II Dukung Tetty Ketua DPD I PG Sulut
KEBERSAMAAN: Ketua DPD II PG Minsel Tetty Paruntu dan sejumlah Ketua DPD II PG se-Sulut bergandengan tangan beberapa waktu lalu di Jakarta.

Dukung CEP Ketua PG Sulut, Dewo Yakin Tak Akan Dilengserkan

Airmadidi, Fajarmanado.com — Tensi politik di tubuh Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) masih juga panas. Isu saling ‘mengancam’ antara kubu Ketua DPD I Stefanus Vreeke Runtu (SVR) dan Christiany Eugenia Paruntu (CEP) masih juga berhembus.

Menyusul sikap DPP Partau Golkar (PG) tidak ada kebijakan penunjukkan Pelaksana Tugas (Plt) menatap Musda, kabar kubu SVR akan mengganti Ketua DPD II yang mendukung menjadi Ketua DPD I PG Sulut kini makin santer dibicarakan.

Tak heran, para pendukung yang konon kabarnya berniat “menggulingkan” posisi SVR dikabarkan mulai ketar-ketir bakal terdepak sebelum Musda PG Sulut.

Namun kabar tersebut ditepis oleh Ketua DPD II PG Minut Drs Denny Wowiling MSi. Dewo, sapaan familiar legsislator Minut ini merasa posisinya aman. “Saya yakin tidak sejauh itu,” kanya kepada wartawan, Jumat (10/0303.

Dewo mengatakan, persoalan di internal PG  Minut sudah dilaporkan kepada Ketua Umum (Ketum) DPP PG Setya Novanto.

Ketum Novanto, lanjutnya, telah menegaskan tidak ada pergantian atau penuntukan Plt di semua DPD yang mendukung Tetty Paruntu.

Soal 10 DPD II pendukung CEP bakal dilengserkan, Dewo menegaskan Ketum telah menegaskan tidak ada pengantian pengurus. Kalau pun ada, hanya dilakukan sesuai mekanisme dalam AD/ART partai.

Kabar manuver untuk melengserkan SVR dari kursi Ketua DPD I PG Sulut melalui Musdalub berhembus pasca 10 DPD II bertemu dengan Ketum Setya Novanto di Jakarta beberapa waktu lalu.

Mereka, sesuai foto-foto yang beredar di media sosial adalah Ketua PG Minsel CEP,  Denny Wowiling (Minut), Tonny Lasut (Mitra), Karel Bangko (Bolmut), Piet Kuerah (Sitaro), Danny Sondakh (Manado), Djelantik Mokodompit (Kotamobagu), Marlina Moha Siahaan (Bolmong) dan Hartina Badu (Bolsel).

Sementara SVR, meski mengaku tak mengetahui pertemuan tersebut, menilai bahwa hal itu wajar dan lumrah. Mantan Bupati Minahasa dua periode ini justru menyatakan PG Sulut masih tetap solid, termasuk menatap Pilkada 2018 mendatang.

(ton)