Antara UKIT dan Suksesi Ketua Sinode GMIM
Pdt Dr Hein Arina, MTh

Antara UKIT dan Suksesi Ketua Sinode GMIM

Tomohon, Fajarmanado.com – Tahapan pemilihan pelayan khusus di semua aras GMIM, mulai tingkat jemaat, wilayah sampai sinode, kini sudah mulai berproses. Di bulan Februari sampai Maret 2017 ini, merupakan tahapan penetapan daftar sensus melalui sidang majelis.

Meskipun pemilihan di aras sinode, dalam hal ini pemilihan Badan  Pekerja Majelis Sinode, nanti dilaksanakan pada Minggu ke-4 Maret 2018, namun nama-nama bakal calon Ketua Sinode, mulai mengemuka di dalam pembicaraan-pembicaraan informal GMIM.

Sedikitnya ada 4 nama yang disebut-sebut bakal menjadi calon Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS), yang disingkat Ketua Sinode. Tiga di antara empat nama itu, saat ini duduk di BPMS.

Ketiga nama yang dinilai cukup dominan itu ialah, Pdt Dr Hein Arina, MTh saat ini sebagai Wakil Ketua Sinode Bidang Kerjasama, Pdt. Dr. Henry Runtuwene, MSi sehari-hari sebagai Sekretaris Sinode GMIM, dan Pdt Petra Rembang, MTh, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Pengembangan Sumber Daya. Sedangkan satu nama lagi, berada di luar BPMS, yaitu Pdt Dr David Tulaar, yang kini sebagai tenaga utusan gereja di Jerman.

Di tengah persiapan  pemilihan pelsus di semua aras ini, persoalan crusial yang menjadi beban yang cukup berat bagi GMIM, adalah persoalan seputar dualisme UKIT (Universitas Kristen Indonesia Tomohon). UKIT yang terpecah dua, yaitu UKIT YPTK (Yayasan Perguruan Tinggi Kristen) GMIM dan UKIT Yayasan GMIM AZR Wenas, sampai saat ini belum juga mencapai titik temu.

Baca selanjutnya klik next >>>