DD dan ADD Untuk 50 Desa Dipending
Djefry Sajow

DD dan ADD Untuk 50 Desa Dipending

Tondano, Fajarmanado.com, – Bulan April mendatang, desa-desa di Kabupaten Minahasa bakal mandi duit. Pasalnya, pada bulan tersebut akan dilakukan penyaluran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

Namun pengecualian untuk 50 desa yang akan melangsungkan pesta demokrasi pemilihan hukum tua (Pilhut) di tahun 2017 ini. Dipastikan, 50 desa tersebut belum akan menerima DD dan ADD pada bulan April. Hal tersebut dipastikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Minahasa Djefry Sajow SH. “Jadi penyaluran DD dan ADD untuk desa-desa yang akan melangsungkan Pilhut, belum akan dilakukan pada bulan April. Dana tersebut nanti disalurkan ketika perhelatan Pilhut sudah selesai,” ujar Sajow di ruang kerjanya.

Tujuan dilakukan penundaan tersebut dikatakan Sajow adalah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi menurutnya jika sampai terjadi penyalahgunaan penggunaan anggaran, akibatnya bisa fatal. “Jadi ini adalah bentuk antisipasi penyalahgunaan anggaran. Dan tujuanya sangat positif. Karena nanti disalurkan ketika perhelatan Pilhut selesai, dana tersebut nanti dikelola eleh Kumtua yang akan terpilih. Apalah itu calon incumbent atau figure baru,” jelasnya seraya menambahkan kalau hal tersebut dipandang tidak akan berpengaruh terhadap pembangunan di desa. Karena selang waktu untuk disalurkan tidak lama. “Jarak penyalurannya kan tidak lama. Hanya antara satu bulan dengan desa-desa yang tidak melangsungkan Pilhut. Tapi, kalaupun desa yang tidak melangsungkan Pilhut terlambat memasukan pertanggungjawaban penggunaan anggaran untuk tahun sebelumnya, bisa jadi desa tersebut akan sama-sama menerima dengan desa yang melangsungkan Pilhut namun pertanggunjawabanya sudah selesai,” tegasnya.

Ditanya terkait berapa desa yang sudah memasukan pertanggungjawaban, Sajow mengatakan kalau belum semuanya. “Dari 227 desa yang ada di Kabupaten Minahasa, belum separuh yang memasukan pertanggungjawaban. Dan dari yang sudah masuk tersebut, baru sekira 20 desa yang lengkap,” kuncinya.

(fis)