Kawangkoan Utara, Fajarmanado.com – Kendati hanya sekitar dua jam hujan deras yang mengguyur siang tadi, longsor melanda Kelurahan Talikuran, Kecamatan Kawangkoan Utara. Kandang babi pun amblas dan tiga rumah terancam ambrol.
Longsor terjadi di tebing sungai Ranowangko, alur Daerah Aliran Sungai (DAS) Nimanga, tepatnya di wilayah Lingkungan 5, Kelurahan Talikuran, Kecamatan Kawangkoan, Minahasa, sekitar 400 meter sebelah Selatan Goa Jepang, sisi jalan utama Kawangkoan-Sonder.
Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 14.00 Wita atau sekitar 2 jam setelah hujan deras mengguyur Kawangkoan raya dan sekitarnya ini, menyebabkan sekitar empat petak kandang babi di tanah milik Roy Tambayong, amblas terbawah longsor.
Untung saja, kandang yang digunakan pensiunan TNI, Bilongo ini tidak ‘berpenghuni’. “Mujur kandang Pak Bilongo itu kosong, tidak ada babi saat longsor terjadi,” ujar Drs Berty Lamonge, paman Roy Tambayong ini.
Longsor ratusan kubik tanah itu, berasal dari tebing tanah yang curam tinggi sekitar 40 meter di bantaran sungai Ranowangko, tepatnya di lingkungan 5 Kelurahan Talikuran, sekitar 100 meter sebelah Utara SPBU Kawangkoan.
Selain mengamblrolkan kandang babi, longsor juga mengancam tiga rumah penduduk di sebelah Baratnya beserta gudang makanan ternak dan kandang babi mili Keluarga Lamonge-Mamesah.
“Saya sangat kuatir, karena kemarin baru saja mencampur satu ton lebih makanan (babi). Dibantu teman-teman, langsung kami bergegas memindahkan pakan ternak itu,” ujar Berty Lamonge.
Gudang pakan ternak alumni Stikom Manado ini memang dalam kondisi terancam. Fondasi dan dinding bangunnnya telah berada pada garis vertikal tanah yang terbelah akibat longsor. Di beberapa bagian fondasi dan lantai tampak telak retak-retak.
Begitu pun dengan rumah tinggal Bilong. Dapur rumah permanen yang belum lama diresmikan itu, kini tinggal beberapa meter dengan lokasi longsor.
“Rumah Pak Bilongo juga sudah terancam. Kalau terjadi longsor susulan di lokasi itu, bukan tidak mungkin akan ikut ambruk,” ujar Lamonge, yang juga dikenal sebagai Ketua Rukun Sopir Kawangkoan-Manado ini.
Mantan Lurah Talikuran John Suoth juga mengungkapkan keprihatinan yang sama. “Melihat kondisi ini, harus dilakukan langkah-langkah konkret yang efektif untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi longsor susulan,” komentarnya.
Sementara Lurah Talikuran Denny Mapasa mengatakan, dirinya telah melaporkan peristiwa ini kepada Pemkab Minahasa, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Besok akan ada yang datang melihat langsung keberadaan longsor ini untuk menentukan langkah yang efektif yang akan ditempuh,” komentarnya.
Wakil Ketua DPRD Minahasa Ventje Mawuntu terjun langsung melakukan pemantauan di lokasi longsor, sore tadi. Politisi Partai Gerindra ini sontak mengontak dan berkoordinasi dengan pejabat instansi terkait.
“Saya sudah sampaikan, besok instansi terkait akan turun melakukan pemantauan di sini untuk menentukan langkah penanggulangan yang akan diambil,” ujar politisi daerah pemilihan (Dapil) IV Minahasa ini.
(fiser/ely)

