Di Depan WNI Australia, Jokowi Singgung Tol Manado-Bitung
KERJA AMBISIUS: Presiden Jokowi ketika bertemu dan berdialog dengan WNI Australia di Sydney sempat menyinggung soal pembangunan Tol Manado-Bitung dan menyatakan pemerintah harus ambisius karena kerja harus ambisius. Foto: Setkab RI

Di Depan WNI Australia, Jokowi Singgung Tol Manado-Bitung

Jadi, lanjut Presiden,  kerja itu memang harus diawasi sehingga orang kerja itu merasa ada yang ngontrol.

“Ini yang sering tidak dilakukan. Sehingga tol Trans Sumatera, tol Manado Bitung, tol Balikpapan-Samarinda yang berhenti ini 8 tahun sudah mulai semuanya. Kita harapkan nanti, nanti bisa kita ukur setelah 5 tahun diukur berapa kilo, nanti akan kelihatan,” tuturnya.

Sebelumnya Dubes RI di Australia, Nadjib Riphat Kesoema, dalam laporannya mengatakan, kehadiran Presiden adalah momen yang ditunggu.

“Tak heran dalam sehari saat pendaftaran acara temu masyarakat dibuka, tanggal 21 Februari yang lalu, seluruh kapasitas ruangan ini yang berjumlah 2.500 orang langsung terisi, luar biasa,” kata Nadjib.

Padahal, lanjut Nadjib, mereka tidak hanya datang dari kota Sydney tetapi kota-kota lain seperti dari Canberra, dari Melbourne, dari Wolongong, dari Brisbane, dan dari kota-kota lainnya sekitar Sydney.

Untuk mengakomodasi tingginya antusiasme warga kita yang total berjumlah 76.000 orang di seluruh negara bagian yang tak sempat bertemu langsung dengan Presiden, menurut Dubes Nadjib, pihaknya juga menyiarkan langsung pertemuan Presiden Jokowi dengan warga Indonesia di Australia via livestreaming.

“Saat ini saya rasa lebih dari 50.000 orang Indonesia di Australia melihat livestreaming itu dan juga keseluruh dunia,” terang Nadjib.

Menurut Dubes Nadjib, masyarakat Indonesia di Australia terdiri dari yang sudah tinggal lama di sini, para profesional, dosen, peneliti, pengusaha, karyawan, swasta, termasuk 19.000 orang pelajar dan mahasiswa.

“Mereka semua berharap bertatap muka langsung dengan Bapak dan Ibu (Presiden) pada hari ini. Diaspora kita dikenal menjunjung tinggi menjunjung nilai-nilai multikulturalisme yang selama ini juga dikembangkan oleh Australia,” kata Nadjib.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu, Ibu Negara Iriana Joko Widodo,  Menlu Retno Marsudi, Seskab Pramono Anung, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala BKPM Thomas Lembong, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf.

(SKB/DND/GUN/ES)