Bitung, Fajarmanado.com – Wali Kota Bitung, Maxmiliaan Jonas Lomban mengatakan, pemerintah kota (Pemkot) Bitung tetap serius mendukung usaha masyarakat dalam kegiatan kreatif termasuk pengelolaan makanan khas daerah Kota Bitung.
“Ke depan direncanakan untuk dimasukkan ke dalam sektor industri kreatif dengan melakukan sebuah studi terhadap pemetaan produk makanan olahan khas daerah yang dapat ditingkatkan daya saingnya di pasar ritel dan pasar internasional,” kata Lomban.
Pentingnya dukungan itu, kata Lomban, Bitung memiliki warisan budaya produk makanan khas, yang pada dasarnya merupakan sumber keunggulan komparatif bagi Kota Bitung.
“Hanya saja, kurangnya perhatian dan pengelolaan yang menarik, membuat keunggulan komparatif tersebut tidak tergali menjadi lebih bernilai ekonomis,” ungkap Lomban.
Menurut Lomban, kegiatan ekonomi kreatif sebagai prakarsa dengan pola pemikir cost kecil tetapi memiliki pangsa pasar yang luas serta diminati masyarakat luas diantaranya usaha kuliner, assesoris, cetak sablon, bordir dan usaha rakyat kecil seperti penjual bakso.
Industri kreatif, kata Lomban, dipandang semakin penting dalam mendukung kesejahteraan dalam perekonomian, karena kreativitas manusia adalah sumber daya ekonomi utama dan industri abad kedua puluh satu akan tergantung pada produksi pengetahuan melalui kreativitas dan inovasi.
Lomban mengatakan, di Kota Bitung, ada banyak industri kreatif yang dikembangkan baik industri kerajinan yang berkaitan dengan kreasi dan distribusi produk yang dibuat dihasilkan oleh tenaga pengrajin yang berawal dari desain awal sampai dengan proses penyelesaian produknya,
“Ada juga kerajinan yang terbuat dari kulit, rotan, bambu dan kayu yang idisain secara kreatif,” tutur Lomban.
Seluruh industri kreatif, lanjutnya, akan didukung oleh pemerintah Kota Bitung dengan melihat skala potensi pemasarannya, sehingga semakin terarah dan memberikan hasil yang dapat meningkatkan pendapatan baik pekerja dan pemodal.
(risma tofan)

