Amurang, Fajarmanado.com – Pernikahan oma Martha Potu (79) warga Desa Lelema Kecamatan Tumpaan dengan seorang perjaka Sofyan (28) warga Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (18/02) menjadi viral di media sosial (medsos).
Bahkan, menjadi terkenal setelah sejumlah media nasional ikut memberitakan.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Kabupaten Minahasa Selatan, Drs Corneles Mononimbar, MM di hubungi Fajarmanado.com, Senin (20/02) malam membenarkan peristiwa langka tersebut.
“Benar, pernikahan itu memang ada. Hanya, perkawinan oma Martha Potu (79) dengan Sofyan (28) belum diakui sah secara hukum negara karena hingga kini belum disetujui Hukum Tua Desa Lelema,” jelas Mononimbar.
Lebih lanjut Mononimbar menjelaskan, belum lengkapnya dokumen identitas mempelai pria, Sofyan, menjadi penyebab utama pernikahan keduanya belum bisa diakui secara hukum.
“KTP-nya beralamatkan salah satu desa di Minut, tapi hingga kini pernikahan dilangsungkan, yang bersangkutan belum bisa melengkapi dokumennya,” ungkap Mononimbar.
Saat ditanyakan kebenaran usia Oma Martha, Disdukcapil mengungkapkan usia Oma Martha 79 tahun dan baru akan memasuki 80 tahun.
“Kalau usia sebenarnya, bukan seperti yang diberitakan beberapa media, yang mengatakan 80 tahun dan 82 tahun. Dari dokumen yang bersumber dari perangkat desa, usia Oma 79 tahun dan baru akan memasuki usia 80 tahun,” jelas Mononimbar.
Namun sempat beredar kabar, pernikahan tersebut bermuatan kepentingan pribadi dari salah satu mempelai. Diperoleh informasi dari sumber Fajarmanado.com terpercaya, sebelum pernikahan dilangsungkan, oma Martha Potu sempat menjual 2 bidang tanah kebun miliknya.
“Benar, sebelum menikah, Oma sempat menjual 2 bidang tanah kebun miliknya. Nilai hasil penjualan terbilang lumayan besar,” ungkap sumber sambil mewanti-wanti tidak menyebutkan namanya.
Diketahui, pernikahan pasangan beda usia 51 tahun itu dilangsungkan di Gereja Pantekosta di Indonesia Horeb Lelema.
Ditemui Fajarmanado.com di teras rumahnya, Selasa (21/02), oma Martha Potu terlihat bahagia bersama suami Sofian.
“Ya, kita cerita yang sudah ada. Karena memang, semua orang sudah tahu. Saya kawin dengan Sofyan karena cinta,” kata Oma Martha.
Tak perlu dengar dari cerita-cerita kenapa bisa bertemu. Namun, ini ternyata kita jodoh, tambahnya.
Terpantau, rumah Oma Martha dan Sofian di Desa Lelema Kecamatan Tumpaan masih ramai di kunjungi masyarakat. Bahkan dikunjungi masyarakat dari luar Minsel berbondong-bondong datang di kediamannya.
(andries)

