Tondano, Fajarmanado.com – Cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Minahasa dan sekitarnya akhir-akhir ini menyebabkan bencana di beberapa tempat. Bupati Drs Jantje Wowiling Sayow (JWS) pun menyambangi beberapa lokasi bencana, Selasa (7/2), tadi.
Didampingi Kabag Humas dan Protokol (Humpro) Drs Moudy Pangerapan dan pejabat terkait lengkap dengan mobil ambulance dan patroli BPBD, JWS mendatangi beberapa lokasi bencana yang dinilai parah.
Antara lain, longsor yang dalam beberapa tahun terakhir terus mengancam keselamatan penduduk Kelurahan Talikuran Utara, Kecamatan Kawangkoan Utara.
Di kawasan yang berada pada bagian Barat pekeburan umum itu, JWS dan rombongan berjalan kaki sekitar 100 meter. Pasangan Wakil Bupati Ivan Sarundajang (Ivansa) ini pun terkejut.
Pasalnya, longsor di wilayah yang akrab disebut Talikuran Kapleng ini telah mengancam rumah-rumah penduduk. “Ini perlu biaya yang besar. Saya (Pemkab) akan menggarkankan dana (pembangunan) tanggul sebesar 3 miliar (rupiah) tapi secara bertahap,” katanya,
Tanggul itu sendiri akan dibangun berlapis. “Di antara setiap tanggul akan ditimbun tanah, Tapi akan anggarannya disediakan secara bertahap,” ujar Kapolsek Kawangkoan, Iptu Dartha Bambang Daipaha, yang mendampingi Bupati JWS saat itu.
Selain mendatangi lokasi longsor, yang sekitar November 2016 ditinjau oleh Asisten I Setdakab Minahasa Dr Danny Manggala, MSi, Bupati JWS juga menyambangi rumah yang ambruk akibat angin kencang dan hujan deras di Desa Kanonang Dua, Kecamatan Kawangkoan Barat pada Senin (6/2), kemarin.
Sehubungan dengan bencana alam kali ini, JWS menginstruksikan segenap instansi di bawah Pemkab Minahasa untuk bersiaga.
“Semua instansi harus peka dan cepat merespon terkait penanganan bencana. Jadi mulai dari SKPD, kecamatan, kemudian pihak desa dan kelurahan harus maksimal menghadapi situasi ini,” ujar JWS siang tadi.
Mengenai dampak yang diakibatkan cuaca buruk seperti terjangan angin kencang dan puting beliung, ia mengingatkan bantuan yang diberikan harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, pemerintah harus pasti memperhatikan rakyatnya. “Membantu masyarakat yang membutuhkan adalah kewajiban pemerintah. Karena itu, pemerintah setempat harus cekatan mengurus apa yang dibutuhkan. Supaya saat penyaluran bantuan, semuanya telah memenuhi aspek-aspek yang dibutuhkan,” tegas JWS di sela-sela aktifitasnya meninjau beberapa lokasi yang terkena bencana alam.
Terpisah, salah satu warga Tondano mengatakan kalau dalam situasi seperti ini, selain bantuan materi, dukungan moril juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang terkena dampak bencana.
“Disamping mengharapkan bantuan materi, hal yang tidak boleh dipandang sebelah mata adalah dukungan moril.
Ia menilai gaya dari Bupati JWS yang turun langsung ke lokasi bencana sangat tepat. “Sikap seperti itu diyakini akan melahirkan simpati masyarakat buat pemimpinnya,” ujar lelaki yang akrab disapa Yosua tersebut.
Sementara itu, Ketua LPMK Sendangan Tengah Drs Eddy F Ruata mengharapkan agar Pemkab Minahasa harus memperhatikan dan peduli dengan longsor yang terjadi di wilayah kelurahannya.
“Longsor di wilayah kami sudah terjadi dan terus terjadi sejak beberapa tahun lalu. Sekitar 30 rumah telah terancam. Sudah beberapa kali kami mengusulkan pencegahan longsor susulan melalui Musrenbang, tapi belum juga ada follow upnya,” ketua mantan pejabat eselon II Pemkab Minahasa ini.
(fis)

