Manado, Fajarmanado – Ratusan posisi jabatan eselon III dan IV organisasi perangkat daerah (OPD) baru Pemprov Sulut dipastikan akan diisi pada Jumat (3/2), hari ini. Pelantikan gelombang ke empat ini khusus untuk mengisi jabatan eselon III dan IV kabinet ODSK Hebat yang tersisa.
“Besok akan dilantik dan itu dilakukan di Gunung Tumpa,” kata Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw di Kantor Gubernur, Jalan 17 Agustus Manado, Kamis (2/2).
Seperti diketahui, dalam rangka mengisi OPD sesuai amanat PP No 18/2016, OD-SK, sapaan familiar Gubernur Olly Dondokambey-Wakil Gubernur Steven Kandouw mengawali pelantikan pejabat eselon II dan sebagian eselon III di halaman Monumen Proklamator RI Ir Soekarno di Minahasa Utara (Minut) pada 3 Januari 2017.
Disusul kemudian, beberapa pejabat eselon II dan ratusan pejabat eselon III pada 13 Januari lalu di Kalasey, Kecamatan Mandolang, Minahasa dan terakhir dilaksanakan di Halaman Badan Diklat, Maumbi, Minut untuk sebagian pejabat eselon III dan ratusan pegawai administrator eselon IV.
Sesuai data aparatur sipil negara (ASN) di Prmprov Sulut, yang berjumlah 1.100 lebih, maka dari tiga kali pelantikan yang dilakukan sebelumnya masih ada 300-an jabatan eselon III dan IV yang belum terisi.
Wagub Kandow mengatakan, pelantikan yang akan digelar di kawasan Gunung Tumpa, Jumat ini untuk melengkapi keseluruhan posisi jabatan di jajaran Pemprov Sulut, khususnya sebagian kecil jabatan eselon III dan ratusan jabatan administrator yang belum terisi.
Ia mengatakan, pelaksanaan pelantikan tahap empat ini dilakukan di Gunung Tumpa kerena melihat komitmen Gubenur Sulut yang menjadikan tempat itu sebagai salah satu daerah tujuan wisata, setelah kewenangan pengelolaannya telah berada di tangan pemerintah provinsi.
“Kenapa dilakukan di Gunung Tumpa, hal ini kerena kebijakan kementerian Kehutanan yang melihat komitmen Bapak Gubernur yang begitu tinggi untuk melestarikan tempat ini sebagai salah satu daerah tujuan wisata,” ujarnya.
Kandouw menjelaskan, pemerintah pusat memberikan kewenangan 1000 persen pengelolaan kawasan Gunung Tumpa pada pemerintah Provinsi. “Jadi kita mau bangun apa saja di sana, boleh,” ungkap Kandouw.
Untuk diketahui kawasan Gunung Tumpa telah diubah dari Hutan Lindung menjadi Kawasan Pelestarian Alam Taman Hutan Rakyat H.V Worang (TAHURA) dengan luas ± 208,81 hektar. Pada Maret 2017 mendatang, Gunung Tumpa telah ditetapkan sebagai tempat kejuaraan dunia Paralayang.
(ely)

